Awas, Sering Mengecat Rambut Bisa Sebabkan Vitiligo

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengecat rambut. (Teen Vogue)

    Ilustrasi mengecat rambut. (Teen Vogue)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang senang mengecat rambut. Misalnya remaja dengan warna cerah atau orang tua dengan warna gelap. Tentu semuanya ini dilakukan untuk menunjang penampilan.

    Namun, Anda perlu berhati-hati karena mengecat rambut bisa menyebabkan vitiligo, yakni penyakit kulit yang ditandai dengan bercak berwarna putih. Seiring berjalannya waktu, bercak putih yang tidak ditangani bisa membesar hingga ke sekujur tubuh.

    Spesialis kulit dan kelamin Dian Pratiwi menyebutkan bahwa risiko vitiligo terjadi pada orang yang gemar mewarnai rambut karena kandungan dari cat rambut.

    “Banyak produk cat rambut yang mengandung fenol,” ungkapnya dalam acara seminar media "Vitiligo, Munculnya si Putih yang Tidak Diharapkan" di Jakarta pada 20 November 2019.

    Menurut Dian, fenol bisa mematikan melanin yang bertugas untuk memproduksi warna kulit. Tak heran, risiko vitiligo pun semakin besar dialami mereka yang gemar mewarnai rambut. Meski demikian, jika Anda tetap ingin mewarnai rambut, Dian memberi alternatif lain.

    Ia mengatakan bahwa fenol hanya ditemukan pada produk cat rambut permanen saja. Sedangkan pada produk cat rambut sekali bilas, tidak ada kandungan buruk penyebab vitiligo itu.

    “Kalau mau mewarnai rambut, amannya pakai yang sekali dicuci hilang. Yang penting jangan permanen karena fenol,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.