BCL Kehilangan Suami, Psikiater Bagi Tips Mengusir Rasa Duka

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga Citra Lestari (BCL) menangis sembari memeluk anaknya, Noah saat menghadiri pemakaman suaminya, Ashraf Sinclair di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 18 Februari 2020. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Bunga Citra Lestari (BCL) menangis sembari memeluk anaknya, Noah saat menghadiri pemakaman suaminya, Ashraf Sinclair di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 18 Februari 2020. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wafatnya aktor Ashraf Sinclair tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Khususnya bagi Bunga Citra Lestari (BCL) sebagai istri, rasa terpuruk dan tak mampu menjalankan hidup karena kehilangan belahan jiwa bisa dirasakan.

    Psikiater di Smart Mind Center Rumah Sakit Gading Pluit, Andreas Kurniawan, menjelaskan banyak penelitian yang menyebutkan jika rasa duka seperti yang dialami BCL bisa bertahan selama enam bulan. Meski demikian, orang-orang yang berduka tentu ingin segera menyudahinya, bukan?

    Untuk itu, Andreas pun membagikan tips. Pertama, ia mengimbau agar setiap orang dapat mencari pengalih. Ini bisa berupa aktivitas yang membahagiakan.

    “Misalnya, kalau suka bermain di taman, lakukan itu untuk menghilangkan rasa duka,” katanya saat ditemui di Perpustakaan Pusat Jakarta pada Rabu, 19 Februari 2020.

    Mendekatkan diri dengan orang-orang yang humoris juga disarankan Andreas. Ia mengatakan mereka memiliki interaksi sosial yang positif.

    “Ini membuat Anda yang mendengarkan leluconnya menjadi lebih aman dan nyaman. Dunia Anda pun menjadi lebih bahagia daripada dikelilingi dengan masalah,” katanya.

    Apabila kedua hal tersebut tidak membantu dan Anda tetap merasa sedih akibat duka, maka Andreas menyarankan untuk melakukan konsultasi pada ahli. Ini bisa kepada psikolog ataupun psikiater.

    “Kami bisa membantu berdasarkan ilmu yang telah kami pelajari. Tidak perlu takut untuk berkonsultasi, apalagi jika sudah menimbulkan reaksi tak wajar seperti sulit tidur dan depresi,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.