Tips Perjalanan Sehat saat Wabah Virus Corona dari WVI

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga berwisata. Foto: Vietjet

    Ilustrasi keluarga berwisata. Foto: Vietjet

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona membuat banyak orang enggan berjalan-jalan. Spesialis Kesehatan Ibu dan Anak Wahana Visi Indonesia (WVI), Rachmat Willy, mengatakan masyarakat bisa tetap sehat dan terhindar dari virus corona atau COVID-19 asalkan sering membersihkan tangan.

    "Sering bersihkan tangan dengan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol atau sabun dan air," kata Willy.

    Untuk mencegah penularan virus corona, masyarakat perlu menghindari kontak erat dengan orang yang mengalami demam dan batuk. Selain itu, hindari memegang mata, hidung, dan mulut. Bila memang terpaksa menyentuh, cuci tangan terlebih dahulu.

    Meskipun merasa sehat, tutup mulut dan hidung dengan lengan dalam bagian atas atau tisu bila batuk dan bersin. Setelah batuk dan bersin, buang tisu segera ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan.

    "Bila menggunakan masker, pastikan menutupi mulut dan hidung serta hindari menyentuh masker setelah dipasang. Segera buang masker sekali pakai ke tempat sampah tertutup setiap kali setelah memakai dan cuci tangan setelah melepas masker," jelasnya.

    Pada saat bepergian, pastikan untuk memakan makanan yang dimasak sampai matang. Hindari meludah di tempat umum dan kontak erat dan bepergian dengan hewan yang sedang sakit.

    Bila merasakan demam, batuk, pilek, dan kesulitan bernapas, beritahu awak kendaraan yang ditumpangi dan segera cari perawatan medis. Sampaikan sejarah perjalanan ke tenaga kesehatan yang merawat.

    "Bila memang dalam kondisi demam dan batuk, lebih baik menghindari bepergian," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.