Budi Karya Jadi Contoh Pasien Corona yang Baik, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya Sumadi mengunggah fotonya saat meninjau pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di bandara Soekarno-Hatta, pada Jumat, 13 Maret 2020. Budi Karya diidentifikasi sebagai pasien 76 yang positif COVID-19 di Indonesia, saat ini kondisinya sudah membaik dan dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Instagram/@Budikaryas

    Menhub Budi Karya Sumadi mengunggah fotonya saat meninjau pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di bandara Soekarno-Hatta, pada Jumat, 13 Maret 2020. Budi Karya diidentifikasi sebagai pasien 76 yang positif COVID-19 di Indonesia, saat ini kondisinya sudah membaik dan dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Instagram/@Budikaryas

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona yang telah menjangkiti penjabat pertama di Indonesia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, telah mengejutkan banyak pihak dan menunjukan virus dengan nama COVID-19 ini memang tidak memandang bulu untuk menyerang targetnya.

    Terlepas dari hal tersebut, Ketua BNPB Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Infeksi Covid-19, Doni Monardo, memuji Budi Karya sebagai contoh pasien corona yang baik.

    “Saya harus berikan apresiasi untuk Pak Budi Karya,” katanya di Jakarta pada Senin, 16 Maret 2020.

    Alasan pertama, Budi Karya telah menjadi contoh yang baik kepada masyarakat agar tidak panik dengan virus corona. Sejak awal, Budi Karya memang tak merasa takut untuk bertemu dan bertugas dengan WNI yang baru pulang dari Cina ke Indonesia.

    “Dia menunjukan contoh komunikasi publik yang baik,” ungkapnya.

    Sebagai pasien positif corona, Budi Karya juga memberitakan diri dan terbuka kepada masyarakat serta seluruh tenaga kesehatan tentang kondisinya. Hal ini tentu akan sangat membantu agar contact tracing (mendata orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien positif) bisa berjalan dengan baik.

    “Semakin cepat terbuka dan terdata, semakin cepat juga kita menurunkan risiko COVID-19,” jelasnya.

    Adapun, Doni mengatakan bahwa kedua hal ini masih menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang virus corona sehingga menimbulkan stigma.

    “Pada akhirnya yang batuk dan demam tidak mau berobat dan terbuka, akhirnya membahayakan negara. Baiknya kita mencontoh Budi Karya jika sakit langsung jujur untuk kebaikan bersama,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.