Cegah COVID-19, Jangan Pakai Sepatu ke Dalam Rumah usai Bepergian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepatu anak (pixabay.com)

    Ilustrasi sepatu anak (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan mewabahnya virus corona, kita pun harus menerapkan pola hidup bersih, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga menggunakan masker agar terhindar dari infeksi yang penyebarannya sangat pesat.

    Namun, seringkali kita melupakan hal sepele, seperti memakai sepatu ke dalam rumah. Padahal, memakai pelindung kaki bisa meningkatkan risiko terjangkit berbagai masalah kesehatan, termasuk COVID-19. Bagaimana hal tersebut terjadi?

    Melansir dari situs Daily Mail, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Arizona di Amerika Serikat menemukan bahwa ada sekitar 421 ribu bakteri berbeda pada sepatu. Adapun coliforms, indikator bakteri sanitasi makanan dan air yang secara universal terdapat dalam feses, terdeteksi pada hampir 96 persen sepatu.

    Selain itu, E. coli juga terdeteksi pada 27 persen sepatu bersama dengan tujuh jenis bakteri lain, termasuk klebsiella pneumoniae, yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan serratia ficaria yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan.

    Meski belum ada penelitian yang dilakukan untuk virus corona, namun ahli mikrobiologi sekaligus pemimpin penelitian, Kelly Reynolds, mengatakan bahwa percikan air liur dapat menempel di manapun, termasuk lantai.

    “Artinya, saat Anda berjalan dan menginjak mikroorganisme pada air liur pasien positif, itupun akan ditransfer ke sepatu,” katanya.

    Dengan alasan tersebut, Reynolds pun mengimbau agar masyarakat yang baru bepergian tidak menggunakan sepatu setelah kembali ke rumah sebab penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan perpindahan bakteri dari sepatu ke lantai rumah adalah 90-99 persen.

    “Ini membuat risiko seluruh bakteri mengelilingi area dalam rumah dan membuat risiko sakit lebih tinggi,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.