Peneliti Sebut Virus Corona Bisa Menular Lewat Pernapasan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

    Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Studi terbaru menemukan bahwa virus corona baru (COVID-19) bisa menular melalui pernapasan dan kontak percakapan normal dengan penderita.

    Studi itu disampaikan oleh Ketua Komite Tetap tentang Penyakit Menular dan Ancaman Kesehatan Abad 21 di Amerika Serikat, Harvey Fineberg, menjawab pertanyaan Anthony Fauci, anggota kunci gugus tugas virus corona Gedung Putih, baru-baru ini.

    Dalam suratnya yang dipublikasikan di laman National Academy of Sciences, tempat Fineberg menjalankan tugas akademiknya, dikatakan bahwa benar COVID-19 bisa menular dari percakapan dan hembusan napas.

    Berdasarkan studi tambahan, baik berdasarkan pengalaman klinis dan penelitian laboratorium, menghasilkan pemahaman lebih komplet tingkat risiko transmisi SARS-CoV-2 melalui sebaran bioaerosol via percakapan dan pernapasan (udara), kata Fineberg dalam suratnya, dikutip Antara, Jumat 3 April 2020.

    "Sementara penelitian khusus (virus corona) saat ini terbatas, hasil penelitian yang tersedia konsisten dengan aerosolisasi virus dari pernapasan normal," kata Fineberg.

    Setiap individu bervariasi dalam tingkat dimana mereka memproduksi bioaerosol melalui pernapasan normal. Ini mungkin yang mempengaruhi dalam efisiensi transmisi SARS-CoV-2 oleh infeksi berbeda tapi asomptimatic individu.

    Saat ini gagasan penggunaan masker secara luas sedang menjadi topik diskusi yang sangat aktif di Amerika Serikat, dan mungkin akan mewajibkan warga mengenakan pelindung diri itu setelah studi terbaru yang disampaikan Fineberg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.