Waspada, Ini Sebab Pasien Sembuh Virus Corona Terjangkit Lagi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekhawatiran tentang virus corona alias Covid-19 masih mendunia. Ada negara yang sedang bangkit melawan virus corona, ada pula negara yang sedang mewaspadai serangan virus corona jilid 2. Dii Jepang, salah seorang pasien positif corona yang telah dinyatakan sembuh, kembali menderita penyakit serupa. Bagaimana mungkin itu terjadi?

    Akademisi dan Praktisi Klinis Ari Fahrial Syam mengatakan siapapun bisa menderita Covid-19, termasuk mereka yang sudah pernah mengalaminya. Hal ini didasari oleh belum terbuktinya pembuatan antibodi usai terjangkit virus corona.

    “Ini yang perlu masyarakat pahami. Ketika kita sakit, tubuh akan merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh atau antibodi agar kebal dari penyakit serupa. Tapi untuk corona, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa bisa tercipta antibodi sehingga tidak kena lagi,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Kamis, 2 April 2020.

    Selain karena antibodi yang belum terbukti terbentuk, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut juga mengatakan bahwa pola hidup bisa menjadi faktor penyebab terjangkit corona untuk kedua kalinya. Sebab hal tersebut berkaitan erat dengan imunitas tubuh dalam menangkal Covid-19.

    “Virus corona hanya bisa dicegah kalau kita memiliki imunitas tubuh yang baik. Artinya kalau tidak menjaga diri dengan istirahat cukup, makanan yang bergizi, mencuci tangan dengan air dan sabun atau melakukan kebiasaan buruk lainnya juga bisa meningkatkan risiko tertular kembali,” katanya.

    Ari mengimbau agar masyarakat yang sudah dinyatakan sembuh dari corona tidak bersikap bebas dan semaunya. Melainkan, memperhatikan kesehatan tetap penting. “Jangan kembali lagi dengan kebiasaan yang membuat kita sakit. Tapi lakukan yang membuat kekebalan tubuh semakin kuat,” tegasnya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.