Banyak Dicari, Ternyata Face Shield Tak Ampuh Cegah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu pedagang menggunakan face shield dan sarung tangan saat melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin, 1 Juni 2020. Kementerian Perdagangan menyiapkan pedoman bagi penyelenggara kegiatan perdagangan untuk diterapkan pada saat new normal. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Salah satu pedagang menggunakan face shield dan sarung tangan saat melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin, 1 Juni 2020. Kementerian Perdagangan menyiapkan pedoman bagi penyelenggara kegiatan perdagangan untuk diterapkan pada saat new normal. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Topi dengan pelindung wajah atau face shield kini banyak dicari masyarakat agar terhindar dari penularan virus corona. Namun, ternyata hal tersebut tidak benar-benar efektif.

    Konsultan pediatri ZAP Clinic, dr. Citra Amelinda, Sp.A, mengatakan pelindung wajah yang terbuat dari mika tidak efektif melindungi diri dari virus corona sebab sifatnya hanya melindungi bagian depan saja.

    "Plastik mika kan cuma menutup depannya saja, jadi di dalamnya enggak. Virus itu kan kecil, jadi tetap bisa masuk. Jadi, mika itu enggak efektif. Di jurnalnya CDC (pusat pengendalian dan pencegahan penyakit) Amerika ada ditulis bahwa mika shield tidak dianjurkan," kata Citra.

    Menurut Citra, hal utama yang penting dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan serta tidak memegang mulut, hidung, serta mata.

    "Cuci tangan dengan sabun wajib selama 20 detik, kalau tidak bisa cuci dengan sabun pakai hand sanitizer selama 20 detik juga. Kalau bepergian sampai rumah ganti baju, mandi, pakaian yang dari luar enggak boleh masuk kamar," jelas Citra.

    Citra juga tidak menyarankan penggunaan masker pada anak di bawah 2 tahun sebab hal tersebut akan berbahaya untuk pernapasan.

    "Kalau anak-anak bentuk saluran napasnya berbeda, jadi kalau di bawah 2 tahun enggak usah pakai masker. Solusinya itu tadi cuci tangan, ajarkan tidak pegang mulut, hidung, mata, sebisa mungkin jangan pergi kalau tidak perlu banget," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.