Kenali Gejala Covid-19 pada Anak, Banyak yang Tak Umum

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Infeksi Covid-19 pada anak-anak bisa dilihat dari presentasi gejalanya yang sedikit berbeda atau justru tertunda. Mereka biasanya tidak mengalami gejala yang terlalu parah, berbeda dari orang dewasa.

    Dikutip dari Times of India, meskipun vaksin Covid-19 untuk anak-anak mungkin belum tersedia dan dengan sekolah dibuka kembali secara bertahap, penting untuk menjaga anak-anak tetap aman dan mengenali tanda-tandanya sejak dini.

    Sebuah studi gabungan yang dilakukan oleh tim peneliti Inggris yang berbasis di King's College London, Rumah Sakit Guy dan St. Thomas dan perusahaan ilmu data Zoe, mempelajari perilaku dan gejala setidaknya 200 anak yang dites positif virus corona baru.

    Sepertiga dari anak-anak dalam kelompok tersebut tidak menunjukkan gejala. Artinya, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda khas infeksi virus. Temuan ini sejalan dengan bukti yang banyak dipelajari bahwa anak-anak tanpa gejala dapat menjadi inang virus untuk jangka waktu yang lebih lama dan bahkan terus menularkan virus yang sama selama lebih dari tiga minggu.

    Hal yang sama juga diamati dalam analisis luas yang dilakukan di luar Korea Selatan beberapa bulan lalu ketika sekolah dibuka kembali. Anak-anak juga dapat bertindak sebagai penyebar infeksi, menyiratkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menularkan infeksi pada tingkat yang lebih tinggi ke orang-orang di sekitar.

    Namun, kelompok anak yang tersisa yang menunjukkan gejala mungkin tidak melakukannya secara langsung, atau dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Studi yang berbasis di Inggris menunjukkan anak-anak yang terjangkit Covid-19 mengembangkan tiga gejala khususnya. Yang aneh adalah sakit tenggorokan atau batuk, yang merupakan tanda khas Covid-19, tidak begitu lazim pada anak-anak.

    Peneliti juga merasa gejala tersebut juga bisa menjadi cara untuk membedakan flu musiman, alergi, atau infeksi virus umum lain yang diketahui berdampak pada anak-anak dari Covid-19. Tiga gejala yang harus diwaspadai pada anak-anak adalah sebagai berikut:

    Demam
    Demam ringan adalah tanda umum infeksi pada anak-anak. Hampir 54 persen anak-anak dalam penelitian tersebut dilaporkan menderita demam. Perlu dicatat demam juga merupakan salah satu tanda infeksi yang paling umum di antara orang dewasa, terjadi pada lebih dari 75-80 persen kasus, baik ringan maupun berat.

    Kelelahan
    Kelelahan dan kehilangan energi adalah tanda lain yang dapat ditunjukkan oleh virus corona di antara orang lebih muda. Sesuai penelitian, kelelahan kronis tampaknya menjangkiti 55 persen anak. Ini bisa menjadi tanda yang agak mengkhawatirkan karena kelelahan yang disebabkan oleh virus juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

    Sakit kepala
    Sakit kepala bukanlah gejala Covid-19 yang umum, hanya mempengaruhi 14 persen orang dewasa. Namun, sakit kepala bisa menjadi keluhan umum pada anak-anak dan kemungkinan merupakan tanda infeksi. Lebih dari 50 persen anak dalam penelitian ini menderita sakit kepala ringan.

    Kehilangan penciuman dan rasa, atau anosmia, yang mungkin merupakan gejala paling aneh dari Covid-19 sejauh ini juga dapat mempengaruhi anak-anak meskipun jarang. Temuan terbaru menunjukkan sebagian kecil dari anak-anak tersebut dilaporkan menderita kehilangan bau dan rasa selain sakit tenggorokan dan pilek.

    Gejala lain, seperti diare, badan pegal, kehilangan nafsu makan juga cukup umum terjadi. Para peneliti mengatakan selain tanda-tanda yang disebutkan di atas, gejala lain yang harus diwaspadai untuk kemungkinan tanda-tanda infeksi adalah ruam kulit.

    *Ini merupakan konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.