Manfaat Roti Gandum Baru Terasa Asalkan Komposisinya Tepat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • roti gandum (Pixabay.com)

    roti gandum (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Roti gandum bisa menjadi pilihan makanan sehat untuk sarapan. Roti gandum mengandung lebih banyak serat ketimbang roti putih biasa. Serat pada roti gandum mampu melindungi kesehatan jantung dan mencegah masalah pencernaan dan diabetes.

    Hanya saja, untuk merasakan manfaat ini, kamu harus tahu berapa banyak takaran atau kandungan gandum dalam roti gandum. Mengutip laman Sehatq, segala manfaat kesehatan pada roti gandum dapat dinikmati jika roti yang dikonsumsi terbuat dari 80 persen gandum.

    Cita rasa roti gandum yang mengandung 80 persen gandum juga berbeda dengan roti gandum yang dicampur bahan-bahan lain pada roti putih. Roti gandum yang lebih dominan kadar gandumnya memiliki tekstur lebih kasar dan keras.

    Ilustrasi gandum (Pixabay.com)

    ADVERTISEMENT

    Sementara roti gandum yang ada di pasaran umumnya terbuat dari 25 persen tepung gandum dan 75 persen tepung putih biasa. Sebab itu, periksa label atau tanyakan berapa persen kandungan gandum pada roti gandum yang hendak dibeli. Pilih roti gandum yang hanya terdiri dari tepung gandum, air, garam, dan ragi.

    Roti gandum yang terbuat dari setidaknya 80 persen gandum memiliki sekitar tiga gram serat pada setiap lembarnya. Periksa juga kandungan sodium dalam roti gandum. Pilih roti gandum yang memiliki maksimal 400 miligram sodium dalam setiap 100 gram rotinya.

    Roti yang terbuat dari 80 persen gandum mengandung protein, serat, senyawa zinc, asam folat, dan zat besi. Kandungan vitamin dan mineral juga lebih banyak terdapat pada roti gandum daripada roti putih biasa. Selain roti gandum, jenis roti lain yang bernutrisi antara lain roti oatmeal dan roti yang terbuat dari gandum hitam atau rye.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.