5 Terapi Sederhana Meredakan Rasa Nyeri Karena Sakit Pinggang

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit pinggang. Shutterstock

    Ilustrasi sakit pinggang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan pertambahan usia, teutama saat memasuki paruh baya, manusia cenderung mengalami rasa nyeri karena sakit pinggang.

    Berdasarkan Harvard Special Health Report Men's Health: Fifty and Forward, nyeri pada punggung memengaruhi beberapa titik dalam hidup sekitar empat dari lima orang di Amerika. Sakit punggung sama-sama dapat menyerang pria dan wanita.

    Dilansir dari Health Harvard Edu, semakin berumur seseorang, maka tulang dan persendian di pinggang mulai turut berubah. Sebagian besar kasus sakit pinggang berasal dari ketegangan atau keseleo.

    Biasanya, yang dilakukan adalah menunggu nyeri hilang dengan sendirinya. Jika rasa sakit tidak kunjung membaik dalam kurun tiga hingga empat hari, menemui dokter adalah pilihan terbaik.

    Simak beberapa pengobatan rumahan untuk membantu meringankan rasa sakit pinggang berikut.

    1. Terapi dingin dan panas

    Untuk terapi ini, dianjurkan mengompres dengan air dingin es, bukan air panas. Lakukan sesegera mungkin, setelah sakitnya terasa. Kompres ini dapat meredakan nyeri dengan membuat area tersebut menjadi mati rasa dan mencegah atau mengurangi pembengkakan yang ada.

    Apabila sakit punggung tak kunjung reda setelah 48 jam, oleskan bantalan pemanas atau botol air panas ke pinggang. Kehangatan yang ditimbulkan dapat menenangkan dan mengendurkan otot yang sakit. Meningkatkan aliran darah, sehingga membantu proses penyembuhan. Namun, terapi panas hanya berguna untuk minggu pertama terapi.

    2. Istirahat secukupnya

    Setelah dilakukan terapi, istirahat di tempat tidur masih bisa diandalkan untuk meredakan sakit pinggang. Terutama jika rasa sakitnya sudah parah, sehingga menimbulkan nyeri ketika duduk atau berdiri. Tetapi, membatasi waktu berbaring juga patut dicoba. Misalnya dibatasi hanya beberapa jam, tidak lebih dari satu atau dua hari.

    3. Aktivitas fisik

    Olahraga terbukti dapat membangun otot menjadi kuat dan fleksibel, sehingga tidak terlalu rentan mengalami cedera. Kabar baiknya, aktivitas fisik juga dapat membantu proses penyembuhan untuk sakit pinggang. Beberapa aktivitas yang baik biasanya mencakup tiga bentuk latihan seperti aerobik, latihan kekuatan, dan fleksibilitas.

    4. Terapi komplementer

    Beberapa jenis terapi komplementer yang membantu meredakan sakit pinggang yakni:

    1. Akupunktur

    Selama akupunktur, terapis akan memasukkan jarum steril berukuran sangat kecil ke titik-titik yang tepat di tubuh. Gunanya untuk melepaskan energi yang tersumbat.

    1. Manipulasi tulang belakang

    Pada terapi ini, ahli tulang akan memberikan tekanan langsung ke tubuh pasien. Hal ini bertujuan memperbaiki kesejajaran tulang belakang.

    1. Pijat terapeutik untuk mengendurkan otot yang sakit

    Berbagai terapi gerakan seperti yoga dapat membantu meregangkan dan memperkuat otot punggung.

    5. Mengonsumsi Suplemen

    Zat terbaik yang membantu meredakan sakit pinggang adalah vitamin dan mineral dari makanan. Tetapi perlu dikonfirmasi kepada dokter, suplemen mana yang dapat membantu. Magnesium adalah salah satu zat mineral yang berperan dalam kontraksi otot. Kekurangan zat ini dapat menyebabkan lemahnya otot dan timbulknya kram.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca juga: Penyebab Sakit Pinggang yang Menyerang Wanita Muda, Gejala PMS hingga Hamil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.