Faktor Infertilitas Beragam, Ada Infeksi Hingga Imunologi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Freepik.com

    Ilustrasi pasangan. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan suami istri yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai buah hati. Seringkali, masalah infertilitas (ketidaksuburan) menjadi alasannya.

    Infertilitas merupakan ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan sekurang – kurangnya dalam 12 bulan berhubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi. Di Indonesia, tingkat infertilitas terjadi pada 40 persen pada wanita, 40 persen pada pria dan 20 persen pada keduanya.

    Penyebab infertilitas bermacam-macam. Ada yang mengalami penyakit infeksi, faktor imunologi, gaya hidup, hingga konsumsi obat-obatan tertentu. Karena itu, infertilitas ini perlu penanganan khusus seperti pengobatan infeksi pada organ reproduksi, mengubah gaya hidup lebih sehat hingga mengikuti program kehamilan.

    Demi membantu mewujudkan impian pasangan suami istri memiliki buah hati, Morula IVF Indonesia melakukan berbagai kerjasama untuk membuka klinik fertilitas di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya kerjasama dengan RS Indriati di Solo Baru, Jawa Tengah. Pada Rabu, 8 April 2021, Morula IVF meresmikan klinik fertilitas yang berada di lantai 3 RS Indriati Solo baru, Jawa Tengah. Klinik fertilitas ini juga didukung dengan berbagai fasilitas lengkap serta laboratorium terintegrasi. Dengan begitu, pasutri yang berada di Solo tidak perlu pergi jauh untuk melakukan program kehamilan.

    “Klinik Fertilitas ini didukung dengan teknologi terbaru dan bersertifikasi internasional, kita berharap dapat membantu pasangan suami istri untuk memiliki buah hati dengan nyaman dan terpercaya,” ujar Ade Gustian Yuwono, Managing Director Morula IVF Indonesia dalam peresmian klinik Fertilitas di RS Indriati, Solo, Jawa Tengah, dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 13 April 2021.

    Salah satu layanan yang hadir di klinik kesuburan (fertilitas) RS Indriati Solo ini adalah program inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI). Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sperma di dalam rahim guna membantu proses pembuahan. Tujuannya adalah meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan demikian, hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.

    Baca: Banyak Langkah Atasi Infertilitas, Bolehkah Langsung Pilih Program Bayi Tabung?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H