Penyandang Diabetes Harus Atur Pola Makan, Coba Menu Buka Puasa Aman Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis gizi klinik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Felicia Deasy Irwanto mengingatkan para penyandang diabetes untuk menjaga pola makan selama bulan Ramadan.

    Salah satu yang perlu diperhatikan adalah hidangan saat berbuka puasa. Menurut Felicia, sebaiknya gantilah makanan yang memiliki kadar lemak tinggi agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah.

    "Bagi penderita diabetes, dan masyarakat disarankan pada saat berbuka puasa nantinya tidak mengkonsumsi makanan dengan kadar gula darah terlalu banyak, selama berpuasa tetap menjaga pola makan dan pola aktivitas meskipun pandemi melanda," kata dia dalam siaran persnya, ditulis Kamis.

    Makanan-makanan seperti kurma, roti gandum, oatmeal, serta makanan lain yang mengandung serat tinggi sangat disarankan sebagai menu untuk berbuka puasa.

    Selain pola makan yang perlu diatur, mengkonsumsi air mineral yang cukup sangat dianjurkan untuk menjaga tenaga selama puasa. Felicia menuturkan, para penyandang diabetes selama berpuasa tidak perlu khawatir, karena dengan berpuasa perlahan-lahan pola makan, gaya hidup, dan hal lainnya yang berkaitan dengan diabetes menjadi satu dari banyak cara untuk mengatasi permasalahan diabetes.

    Mereka juga harus mampu menyeimbangkan pola makan dan pola olahraga. Jangan sampai kegiatan olahraga hanya untuk gali lobang tutup lobang akibat pola makan yang berlebihan.

    Puasa sendiri bagi pasien diabetes, menurut Felicia memiliki sejumlah manfaat antara lain: meningkatkan daya tahan tubuh, menahan makan yang berujung pada memperbaiki pola makan yang buruk dan mengatur kadar gula darah.

    Namun dia mengingatkan, tak semua pasien diabetes bisa berpuasa yakni mereka yang memiliki gejala hipoglikemia.

    "Bagi penderita diabetes kronis, seperti memiliki gejala hipoglikemia yang dapat mengancam nyawa, disarankan untuk tidak berpuasa dan membawa persediaan makanan manis seperti permen apabila mulai muncul gejala," kata dia yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H