4 Manfaat Gandum untuk Kesehatan Tubuh, Melawan Peradangan Kronis

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • roti gandum (Pixabay.com)

    roti gandum (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gandum merupakan salah satu jenis tanaman serealia paling tua yang kerap dijadikan bahan pembuatan roti, sereal, tepung dan lain-lain. Manfaat gandum tak hanya bertindak sebagai sumber energi, gandum turut menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

    Dilansir California Wheat Commission, berikut empat manfaat gandum untuk kesehatan tubuh:

    1. Membantu Pencernaan

    Gandum utuh mengandung sejumlah serat yang membantu melancarkan pencernaan tubuh dan mencegah sembelit. Ia juga mengandung prebiotik yang mendukung kelangsungan bakteri baik dalam sistem pencernaan.

    1. Mengurangi Risiko Stroke

    Gandum membantu menurunkan risiko stroke sebab mengandung serat, vitamin K, dan berbagai antioksidan. Penelitian menemukan, orang yang rutin mengkonsumsi gandum mengalami 14 persen penurunan risiko stroke.

    1. Mengurangi Risiko Diabetes dan Obesitas

    Magnesium yang ditemukan dalam gandum dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah yang berkaitan dengan risiko diabetes. Sedang kaitannya dengan obesitas, serat dalam gandum lebih mudah membuat kenyang sehingga orang tak makan berlebihan.

    1. Mengurangi Peradangan Kronis

    Gandum memiliki sifat antiinflamsi yang dapat melawan peradangan kronis dan mencegah terjadinya peradangan dalam tubuh. Selain itu, sifat antiinflamasi yang dicampur vitamin E, seng, dan selenium dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat.

    Melihat begitu banyak manfatat gandum untuk kesehatan tubuh, sudah selayaknya Anda mempertimbangkannya sebagai bahan pangan sehari-hari.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Manfaat Roti Gandum Baru Terasa Asalkan Komposisinya Tepat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.