Diet Bikin Mandul, Bagaimana Faktanya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet sering disalahkan bila muncul masalah kesuburan. Membatasi asupan atau makanan jenis tertentu dikatakan akan membuat mandul.

    Dilansir dari Indianexpress, menurut sebuah studi tentang diet dan kesuburan dari Harvard Medical School, makan dan menghindari makanan tertentu justru bisa membantu meningkatkan fungsi ovulasi. Konsultan Kesuburan Nova IVF Fertility di New Delhi, Dr. Aswati Nair, mengatakan jika diet tidak akan mempengaruhi kesuburan. Justru pola makan sehat membuat lebih subur.

    Jika mengalami masalah ketidaksuburan, para ahli menyarankan cara makan seolah-olah sedang hamil. Dengan begitu, apa yang dikonsumsi jauh lebih sehat sehingga dapat membantu tubuh untuk pembuahan.

    “Inilah cara menikmati makanan lezat untuk kehamilan yang bahagia dan sehat dengan mengikuti diet konsepsi,” saran Dr Nair.

    Asam folat, vitamin B12, asam lemak omega-3, dan pola makan sehat seperti diet Mediterania memberikan dampak positif pada tubuh wanita yang ingin hamil. Di sisi lain, antioksidan, vitamin D, produk susu, kedelai, dan kafein tampaknya hanya sedikit atau tidak berpengaruh pada kesuburan.

    Lemak trans dan pola makan kaya daging merah dan olahan, kentang, permen, dan minuman manis ternyata memiliki efek negatif. Maka, para pejuang kehamilan dianjurkan untuk minum hanya satu cangkir teh dan kopi sehari.

    Kualitas sperma pria meningkat dengan diet sehat sementara yang sebaliknya dikaitkan dengan diet tinggi lemak jenuh atau lemak trans. Untuk pasangan yang menerima teknologi reproduksi berbantuan, wanita mungkin lebih memungkinkan untuk hamil.

    Kesuburan para wanita akan dibantu suplemen asam folat atau diet tinggi estrogen nabati dengan aktivitas antioksidan. Sementara kesuburan pria dapat dibantu oleh antioksidan. Lalu, minuman berkarbonasi dan minuman keras mengganggu kesuburan.

    Konsumsi minuman manis, terutama soda atau minuman energi, telah dikaitkan dengan penurunan tingkat kesuburan pria dan wanita. Sementara minuman soda diet dan jus buah tidak berpengaruh. Telah diamati wanita yang mengonsumsi banyak makanan cepat saji dan sedikit buah membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil daripada yang pola makan sehat.

    Hindari makanan kemasan dan olahan mengandung pengawet tertentu yang dapat membahayakan kesuburan. Ekstrak biji pepaya dapat menurunkan kesuburan pada pria karena dapat menurunkan jumlah sperma dan mempengaruhi mobilitas sperma. Hindari nenas karena mengandung bromelain, zat anti-inflamasi dan anti-koagulasi pengencer darah yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

    Baca juga: 6 Manfaat Diet Rendah Karbohidrat, Bukan Hanya Turunkan Berat Badan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.