Ini Pentingnya Puasa Sebelum Menjalani Operasi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tindakan operasi (pixabay.com)

    Ilustrasi tindakan operasi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam dunia media, para dokter biasa mewajibkan pasiennya untuk berpuasa jika akan menjalani operasi. Pasien dilarang makan dan minum selama kurang lebih 12 jam sebelum pemberian anestesi.

    Meskipun anjuran puasa adalah hal yang umum, masih banyak yang belum memahami alasannya. Lantas mengapa pasien diharuskan puasa sebelum menjalani operasi?

    Melansir dari situs resmi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, puasa penting dilakukan sebelum tindakan operasi demi mencegah terjadinya aspirasi paru. Aspirasi paru merupakan kondisi dimana makanan tidak sengaja masuk ke dalam paru-paru dan tidak bisa dikeluarkan.

    Ketika seorang pasien dibius total, maka refleks tubuhnya terhenti. Pasien tidak bisa batuk maupun menelan.

    Pasien yang perutnya terisi saat operasi bisa sangat berbahaya karena mungkin saja mengalami muntah. Karena pengaruh bius, muntahan akan naik ke tenggorokan dan akhirnya masuk ke paru-paru.

    Komplikasi dari aspirasi paru adalah peradangan pada paru-paru yang disebut juga dengan istilah pneumonia aspirasi. Resiko kematian akibat pneumonia aspirasi berkisar antara 1 : 22.008 sampai 1 : 46.340 kejadian.

    Anjuran puasa adalah langkah untuk memastikan agar perut pasien kosong sebelum tindakan operasi. Dengan begitu, isi lambung diharapkan tidak masuk ke dalam paru-paru dan operasi dapat berjalan dengan aman.

    SITI NUR RAHMAWATI

    Baca juga:

    Pasien Meninggal Setelah Dioperasi Mantan Satpam yang Menyamar Sebagai Dokter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.