Bedakan antara Reinfeksi Covid-19 dengan Repositif Covid-19

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pasien Covid-19 perlu mengidentifikasi apakah ini kali pertama dia terinfeksi atau sudah kedua kali, bahkan kesekian kali terpapar virus corona. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Evasari Hospital, Yoga Fitria Kusuma mengatakan ada perbedaan antara pasien Covid-19 yang mengalami reinfeksi dengan repositif Covid-19.

"Reinfeksi Covid-19 terjadi ketika seseorang yang sudah sembuh terinfeksi lagi oleh struktur virus corona yang berbeda dengan infeksi virus corona sebelumnya," kata Yoga Fitria Kusuma dalam keterangan tertulis Primaya Hospital yang diterima Tempo. Reinfeksi ini berbeda dengan repositif atau reaktivasi virus.

Kondisi repositif berarti virus corona yang masih tersisa dalam tubuh menginfeksi orang itu lagi. "Artinya ini infeksi yang disebabkan oleh virus dengan struktur yang sama," kata Yoga. Untuk mengetahui apakah seorang pasien Covid-19 mengalami reinfeksi atau repositif, menurut dia, adalah dengan mengambil sampel untuk mengurutkan genome atau informasi genetik virus.

Sampel berasal dari tes pada kasus positif yang pertama dan kedua. Peneliti mengurutkan kedua sampel itu dan membandingkannya untuk mengetahui apakah ada kesamaan struktur atau varian. "Bila berbeda, berarti pasien mengalami reinfeksi Covid-19," kata Yoga.

Hanya saja, pengurutan genome virus bukanlah pekerjaan ringan. Harus ada tenaga terlatih, perlengkapan, dan laboratorium dengan standar tertentu. Pengurutan genome juga membutuhkan waktu lama. Di Indonesia, Yoga melanjutkan, belum ada panduan khusus untuk menangani kasus reinfeksi dan repositif. "Pasien yang positif Covid-19 untuk kedua kali ditangani dengan cara sama ketika pertama kali positif," ujar Yoga.

Sebuah penelitian di Nuffield Department of Medicine di University of Oxford, Amerika Serikat, menemukan banyak kasus Covid-19 kedua dan selanjutnya kemungkinan besar adalah repositif. Musababnya, virus corona bisa menyebabkan infeksi dalam waktu lama dan struktur genome-nya membuat virus mampu bertahan di dalam tubuh. Virus ini pun bisa tak terdeteksi dalam tes dan bersiap menyerang lagi.

Yoga melanjutkan, pada dasarnya reinfeksi Covid-19 jarang terjadi. Berdasarkan penelitian Public Health England Colindale di Inggris dan Statens Serum Institut di Denmark, orang yang pernah terinfeksi Covid-19 mendapat perlindungan hingga 80 persen dari infeksi kedua.

Adapun penelitian di Denmark menunjukkan perlindungan terhadap orang lanjut usia (di atas 65 tahun) hanya 47 persen. "Dengan demikian, manula lebih berisiko mengalami reinfeksi," katanya.

Analisis dari riset tersebut menunjukkan di antara orang yang positif pada gelombang pertama Covid-19, sebanyak 0,65 persen kembali positif pada gelombang wabah kedua. Orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid juga lebih mungkin terkena infeksi kedua.

#CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

Baca juga:
Tingkatkan Saturasi Oksigen dengan Latihan Pernapasan bagi Pasien Covid-19






Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

12 jam lalu

Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

Honda menurunkan rencana produksi di dua pabrik di Jepang karena terkendala rantai pasokan dan logistik yang dipicu oleh wabah Covid-19.


CDC Hapus Sistem Peringatan Perjalanan Terkait Covid-19

18 jam lalu

CDC Hapus Sistem Peringatan Perjalanan Terkait Covid-19

CDC mengatakan semakin sedikit negara yang menguji atau melaporkan kasus Covid-19.


Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

1 hari lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

2 hari lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

2 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

3 hari lalu

Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Jokowi menyatakan ada kemungkinan pemerintah dalam waktu dekat bakal menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Ini sebabnya.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

4 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

4 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

6 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

6 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir