Ini Tanda-tanda Pasien Isolasi Mandiri di Rumah Harus Dibawa ke Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota satuan tugas penanganan COVID-19 menggantungkan makanan di pagar rumah warga yang menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 22 Juni 2021. Pemerintah setempat menerapkan isolasi mandiri Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dikarenakan 37 warga Jalan Warakas 5 Gang 6 RT 007 RW 09, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkonfrimasi positif COVID-19 setelah menghadiri pesta pernikahan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Anggota satuan tugas penanganan COVID-19 menggantungkan makanan di pagar rumah warga yang menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 22 Juni 2021. Pemerintah setempat menerapkan isolasi mandiri Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dikarenakan 37 warga Jalan Warakas 5 Gang 6 RT 007 RW 09, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkonfrimasi positif COVID-19 setelah menghadiri pesta pernikahan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Covid-19 terus melonjak akibat mutasi varian delta membuat pasien positif dengan gejala yang tidak terlalu gawat terpaksa harus isoman atau isolasi mandiri di rumah akibat keterbatasan kapasitas rumah sakit.

    Namun, akhir-akhir ini banyak juga pasien isoman yang meninggal akibat gejala yang semakin buruk. Apa saja indikator pasien isoman atau isolasi mandiri perlu dibawa ke rumah sakit?

    Dikutip dari akun media sosial dokter Samuel Pola Karta Sembiring yang sehari-hari praktek sebagai dokter umum di RSUP Hasan Sadikin Bandung, berikut tanda pemburukan pada pasien isoman:

    1. Sesak napas semakin berat dengan ciri-ciri saturasi oksigen <93% (tanpa oksigen), sulit berbicara dengan kalimat lengkap, dan frekuensi napas > 30x/menit
    2. Penurunan kesadaran dengan ciri-ciri jika diajak berbicara tidak menyahut atau bicara ngawur atau tidak nyambung dan tidak bangun atau mengantuk berat saat diberi rangsangan nyeri.
    3. Diare atau muntah terus menerus juga dapat menjadi tanda perburukan pada pasien isoman.
    4. Tanda-tanda lainnya seperti pingsan, nyeri dada atau nyeri perut bagian atas dan pendaharan tidak terkontrol.

    Selain itu, perlu diperhatikan juga tanda-tanda perburukan pada anak. Dikutip dari media sosial dr. Samuel Pola Karta Sembiring, tanda-tanda perburukan pada anak yaitu:

    1. Penurunan kesadaran
    2. Muntah terus-menerus
    3. Tidak mau makan dan minum
    4. Saturasi oksigen <92%
    5. Dada cekung dan cuping hidung kembang kempis saat bernapas
    6. Frekuensi bernapas meningkat (sesuai usia)

    Usia < 2 bulan: > 60x/menit

    Usia 2-11 bulan: > 50x/menit

    Usia 1-5 tahun: > 40x/menit

    Usia > 5 tahun: > 30x/menit

    Untuk menghindari pemburukan ini, maka perlu memantau kondisi keluarga yang isoman. Masih dikutip dari media sosial dr. Samuel Pola Karta Sembiring, berikut panduan memantau kondisi anaggota keluarga yang isoman:

    1. Selalu tanyakan kabar. Kondisi hari ini atau keluhan apa hari ini. Membaik atau memburuk
    2. Ketuk pintu selalu. Pastikan pasien menyahut dan tidak tidur terus-menerus. Jika terus-menerus tidur waspada penurunan kesadaran
    3. Ingatkan untuk mengukur suhu dan saturasi
    4. Ingatkan pasien untuk makan obatnya
    5. Tanyakan kebutuhan obat dan makanan
    6. Catat nomor-nomor penting. Missal call center 119 ext 9, nomor puskesmas, dan nomor lainnya
    7. Pastikan kendaraan mobil selalu stand by (jika ada)

    Pasien yang memiliki gejala demam, diabetes mellitus, dan gambaran pneumonia pada foto toraks juga perlu diperketat pemantauannya karena derajat ringan atau sedang yang memiliki setidaknya satu dari ketiga faktor diatas berpotensi buruk menjadi derajat berat.

    Itulah beberapa tanda gejala pasien isolasi mandiri atau isoman yang perlu dibawa ke rumah sakit. Selalu jaga kebersihan, cuci tangan, pakai masker, dan patuhi proke karena COVID-19 belum selesai.

    NAUFAL RIDHWAN ALY

    Baca juga: Panduan Merawat Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Rumah Menurut WHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.