Kiat Bantu Anak Kerjakan Pekerjaan Rumah dan Tugas Sekolah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menemani anak belajar dari rumah. Pixabay.com/Chuck Underwood

    Ilustrasi ibu menemani anak belajar dari rumah. Pixabay.com/Chuck Underwood

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat aktif terlibat dalam pekerjaan rumah anak, orang tua menunjukkan apa yang anak lakukan penting. Membantu pekerjaan anak tidak melulu mengharuskan orang tua duduk berjam-jam bersama mereka. Anda dapat mendukung dengan menunjukkan keterampilan belajar dan organisasi, menjelaskan masalah yang rumit, atau sekedar mengingatkan anak-anak untuk beristirahat sejenak dari tugas.

    Melansir kidshealth.org, berikut 10 cara mendukung anak mengerjakan tugas sekolah.

    Kenali para guru
    Sebagai orang tua, sangat penting untuk mengenali guru anak di sekolah, terutama yang mengajar secara langsung. Anda bisa mulai dengan menghadiri acara sekolah seperti pertemuan orang tua–guru. Di masa pandemi seperti ini, tentu Anda tidak bisa bertemu secara langsung dengan guru anak. Sebagai gantinya bisa meminta nomor telepon guru untuk menanyakan kebijakan pekerjaan rumah dan bagaimana harus terlibat di dalamnya.

    Siapkan area yang nyaman untuk mengerjakan tugas
    Pastikan anak-anak memiliki tempat yang cukup terang untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Simpan persediaan seperti kertas, pensil, lem, dan gunting dalam jangkauan.

    Jadwalkan waktu belajar yang teratur
    Sebelum menentukan jadwal untuk anak, pastikan jadwal yang dibuat sesuai dengan kondisi anak. Beberapa anak bekerja paling baik di sore hari setelah ngemil dan waktu bermain. Yang lain mungkin lebih suka menunggu sampai setelah makan malam.

    Bantu anak membuat rencana
    Ketika ada tugas yang sangat berat untuk diselesaikan, dorong anak untuk membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian yang dapat dikelola. Buat jadwal kerja untuk malam hari jika perlu dan luangkan waktu untuk istirahat 15 menit setiap jam, jika memungkinkan.

    Jauhkan gangguan seminimal mungkin
    Ini artinya tidak ada TV, musik yang keras, atau panggilan telepon. Namun perlu diingat, beberapa anak mungkin suka dengan suasana belajar yang sedikit ramai.

    Pastikan anak-anak melakukan tugas sendiri
    Mereka tidak akan belajar jika tidak berpikir untuk diri sendiri dan membuat kesalahan sendiri. Orang tua dapat memberikan saran dan bantuan dengan arahan. Tapi, itu tugas anak-anak untuk melakukan pembelajaran.

    Menjadi motivator dan monitor
    Tanyakan kepada anak tentang tugas, kuis, dan tes. Berikan dorongan, periksa pekerjaan rumah yang telah diselesaikan, dan sediakan diri untuk pertanyaan dan masalah. Selain dapat mengetahui tugas-tugas yang diberikan, anak juga belajar bertanggung jawab dengan tugas yang diterima.

    Berikan contoh yang baik
    Apa yang dilakukan orang tua lebih mudah diikuti anak-anak daripada mendengar nasihat-nasihat Anda. Karena itu, berikan contoh yang baik saat bersama dengan anak, seperti membaca buku.

    Pujilah kerja dan usaha anak
    Tidak ada salahnya memuji hasil kerja dan usaha anak. Sebuah pujian dapat memotivasi anak untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Anda bisa melakukannya dengan cara menempelkan hasil tes mereka di lemari es atau menyebutkan prestasi anak kepada kerabat.

    Dapatkan bantuan jika ada masalah yang berlanjut dengan tugas rumah
    Bicarakan hal itu dengan guru. Beberapa anak mengalami kesulitan melihat papan tulis dan mungkin membutuhkan kacamata, yang lain mungkin memerlukan evaluasi untuk masalah belajar atau gangguan perhatian.

    Baca juga: 4 Pekerjaan Rumah dengan Manfaat Setara Olahraga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.