Kenali Terapi Bekam Jenis Kering dan Basah, Serta Efek Setelah Terapi

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi terapi bekam. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Terapi bekam merupakan pengobatan kuno dengan aplikasi sederhana. Terapi ini merangsang otot, membantu mengatasi nyeri, dan sakit yang ditimbulkan dari berbagai jenis penyakit. Bekam sangat populer di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Bekam dapat meningkatkan atau menekan hormon, merangsang atau memodulasi kekebalan hingga menghilangkan zat berbahaya dari tubuh yang dapat mengurangi rasa sakit. Terapi bekam memiliki beragam jenis. Namun yang paling banyak diterapkan adalah jenis bekam kering dan bekam basah.

Dalam satu sesi, terapi bekam membutuhkan waktu 20 menit dan dilakukan dalam lima langkah untuk jenis bekam kering. Jenis bekam kering dilakukan dengan cara menarik kulit ke dalam cangkir tanpa bekas luka. Berikut lima langkah untuk melakukan jenis bekam kering:

  • Isapan primer
    Pada tahap ini, terapis mengalokasikan titik atau area tertentu serta membersihkannya. Setelah itu menentukan cangkir yang tepat dan menyedot udara dalam cangkir menggunakan api, isapan listrik, atau secara manual. Kemudian mengoleskan cangkir ke kulit dan biarkan selama tiga hingga lima menit.

  • Skarifikasi atau tusukan
    Terapis membuat sayatan dangkal pada kulit menggunakan pisau bedah nomor 15 sampai 21 atau menusuk dengan jarum dan perangkat auto-lancing.

  • Waktunya mengisap
    Ini adalah saat darah keluar dari tubuh melalui pori-pori kulit. Terapis akan melakukan kembali langkah pertama dalam waktu tiga hingga lima menit.

  • Melepaskan cangkir
  • Membersihkan area bekas cangkir
    Mensterilisasi dengan membalut area bekas cangkir ditempatkan dengan pembersih kulit.

Berbeda dengan bekam kering, teknik bekam basah dilakukan dengan mengoyakkan kulit sehingga darah terisap ke dalam cangkir. Suction dan skarifikasi merupakan dua teknik utama terapi bekam basah.

Semakin kuat tekanan isap, semakin banyak darah yang terangkat, dan keluar menuju cangkir. Bekas seusai terapi bekam menandakan tekanan isap terlalu kuat atau cangkir digunakan secara tidak benar. Selama terapi bekam berlangsung, pasien dapat meminta terapis untuk mengatur kuat lemahnya isapan sesuai keinginan.

Terapi bekam relatif aman, terlebih jika datang ke praktisi yang sudah terlatih dan profesional. Beberapa efek samping yang dirasakan setelah menjalani terapi bekam antara lain, rasa tidak nyaman terutama pada titik-titik di mana cangkir menyentuh kulit, luka bakar, memar, sampai infeksi kulit.

Bekas bekam berupa memar terjadi karena kerusakan sel darah. Darah merembes dari pembuluh dan masuk ke jaringan. Ini merupakan bagian dari terapi yang normal dan tidak menyakitkan.

NATHASYA ESTRELLA | MENSHEALTH | SCSPORTSTHERAPY | MASSAGEMAG

Baca juga:

Sebab Terapi Bekam Diminati oleh Atlet Sebelum Bertanding di Olimpiade Tokyo






6 Jenis Kecambah yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

2 hari lalu

6 Jenis Kecambah yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Selain enak dimakan, kecambah turut menyediakan berbagai manfaat kesehatan.


5 Manfaat Mengonsumsi Kecambah bagi Kesehatan

2 hari lalu

5 Manfaat Mengonsumsi Kecambah bagi Kesehatan

Selain enak dimakan, ternyata kecambah turut menyediakan berbagai manfaat kesehatan.


Mengenal Manfaat Kesehatan Ekstrak Mimba

5 hari lalu

Mengenal Manfaat Kesehatan Ekstrak Mimba

Meski namanya masih asing buat orang Indonesia, sejak dulu tanaman mimba sudah dipercaya punya manfaat kesehatan yang luar biasa.


9 Manfaat Air Tebu bagi Kesehatan Tubuh

6 hari lalu

9 Manfaat Air Tebu bagi Kesehatan Tubuh

Air tebu mengandung natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk kesehatan tubuh.


Manfaat Gerak Lokomotor untuk Anak-Anak

7 hari lalu

Manfaat Gerak Lokomotor untuk Anak-Anak

Banyak manfaat gerak lokomotor untuk tumbuh dan berkembang anak-anak


Pakar Kesehatan: Senyawa BPA Berbahaya untuk Kemasan Pangan

18 hari lalu

Pakar Kesehatan: Senyawa BPA Berbahaya untuk Kemasan Pangan

Pakar kesehatan dan lingkungan dari Universitas Hasanuddin, menekankan kembali bahaya bahan kimia Bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk campuran kemasan makanan dan minuman.


Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

21 hari lalu

Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

Tarif cukai rokok naik 10 persen disetujui Jokowi dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Alasannya, selain karena faktor kesehatan, juga untuk meningkatkan pendapatan negara.


Kementerian ESDM Buka Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan, Simak Persyaratannya

22 hari lalu

Kementerian ESDM Buka Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan, Simak Persyaratannya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka seleksi pengadaan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Perja (PPPK) tenaga kesehatan.


Inilah 5 Makanan yang Mengandung Tinggi Protein

25 hari lalu

Inilah 5 Makanan yang Mengandung Tinggi Protein

Untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh, berikut adalah lima rekomendasi makanan yang bisa dikonsumsi.


Restrukturisasi APBD DKI Jakarta 2023, Berkurang Hampir Rp 5 Triliun Jadi Rp 80,67 Triliun

26 hari lalu

Restrukturisasi APBD DKI Jakarta 2023, Berkurang Hampir Rp 5 Triliun Jadi Rp 80,67 Triliun

DKI Jakarta merestrukturisasi nilai Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2023. Ada pengurangan nilai APBD DKI.