Aneurisma Bisa Sebabkan Pendarahan Otak, Apa Penyebab Lainnya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi stroke (Pixabay.com)

    ilustrasi stroke (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelawak Tukul Arwana mengalami pendarahan otak, dan telah melakukan operasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON). Apa penyebabnya?

    Pendarahan otak atau yang bisa disebut dengan istilah brain hemorrhage merupakan salah satu jenis penyakit stroke yang dapat menganggu pembuluh arteri pada bagian kepala.

    Pendarahan ini bisa menyebabkan jaringan pada otak mengalami iritasi dan bengkak. Darah pada otak nantinya akan menggenang dan menggumpal, sehingga dari gumpalan tersebut dapat menyebabkan penekanan pada jaringan otak, hingga akhirnya pun situasi tersebut dapat memengaruhi aliran darah di area sekitarnya.

    Dikutip dari juke.kedokteran.unila.ac.id, ada beberapa penyebab mengapa pendarahan otak tersebut bisa muncul. Penyebab terjadinya pendarahan di dalam atau sekitar otak bervariasi, mulai dari adanya cedera kepala, tekanan darah tinggi, hingga masalah kesehatan lainnya.

    Berikut beberapa penyebab pendarahan otak:

    1. Cedera pada kepala
    Cedera merupakan salah satu penyebab utama pendarahan pada otak. Kondisi ini lebih banyak ditemui pada orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun.

    2. Tekanan darah tinggi
    Tekanan darah tinggi kronis dapat menyebabkan pelemahan pada dinding pembuluh darah dalam jangka waktu yang lama. Dan, apabila kondisi ini tidak segera diatasi, maka darah akan mengumpul di otak serta itu dapat mengakibatkan munculnya gejala-gejala stroke pada otak.

    3. Aneurisma
    Aneurisma adalah kondisi di mana dinding pembuluh darah yang terdapat pada otak mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini bisa berpotensi mengakibatkan pendarahan pada otak, serta dapat memunculkan gejala stroke.

    Kemudian, gejala-gejala yang harus diwaspadai saat terjadi pendarahan pada otak adalah,

    • Sakit kepala parah yang tiba-tiba
    • Kelemahan pada lengan atau kaki
    • Mual
    • Muntah
    • Kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan
    • Kesulitan menelan
    • Pusing
      Jika menemukan gejala-gejala seperti tersebut dan berulang kali, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan kepastian diagnosis terhadap gejala yang dialami. Mencegah terjadinya pendarahan otak lebih dini, tentu akan lebih baik.

    PRIMANDA ANDI AKBAR 

    Baca: RS Bantah Pendarahan Otak Tukul Arwana Berhubungan dengan Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.