Sinyal dari Tubuh saat Kelebihan Berat Badan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan gemuk/obesitas. Shutterstock

    Ilustrasi perempuan gemuk/obesitas. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelebihan berat badan atau obesitas terjadi karena dua faktor, pola makan dan gaya hidup yang tak sehat. Menjadi bugar tidak hanya penting untuk terlihat menarik tetapi juga menurunkan risiko terkena penyakit kronis.

    Untuk menghindari obesitas, Anda harus mulai menjaga berat badan terlebih dulu. Dengan demikian, Anda tidak harus melalui seluruh proses penurunan berat badan setelah beberapa saat.

    Ada beberapa tanda yang menunjukkan kenaikan berat badan berubah menjadi sesuatu yang serius. Jika ini terjadi, Anda perlu mengambil tindakan yang tepat untuk mengendalikannya sebelum menjadi parah. Berikut lima tanda Anda mengalami obesitas tanpa disadari, seperti dilansir dari Times of India.

    Baju sempit
    Sedikit kenaikan berat badan dalam 1-2 bulan normal. Pada wanita, ini cukup umum dekat dengan siklus menstruasi bulanan, yang terutama terjadi karena perubahan hormonal dan retensi air. Namun, jika merasa sulit untuk mengenakan pakaian biasa atau pakaian baru yang baru saja dibeli beberapa bulan yang lalu, maka itu adalah peringatan. Apakah Anda tidak bisa menutup kancing, terutama bagian tengah atau lengan akan pas atau pinggang denim tidak pas? Jangan anggap remeh tanda-tanda obesitas ini.

    Kaki bengkak
    Berat badan berlebih atau obesitas memberi tekanan pada sistem saraf di kaki dan kaki yang membawa darah ke jantung dan sebaliknya. Jadi, ketika kelebihan berat badan, saraf tidak mampu membawa darah dengan baik sehingga menyebabkan kaki bengkak. Dalam kasus yang parah, penderita obesitas juga mungkin memiliki varises atau gumpalan. Selain itu, penambahan berat badan juga dapat menyebabkan kenaikan risiko serangan jantung.

    Kelelahan
    Jika merasa lelah sepanjang waktu, periksa apakah berat badan bertambah dalam beberapa bulan terakhir. Orang yang mengalami kenaikan berat badan sering merasa lelah di pagi hari, bahkan setelah tidur malam yang nyenyak. Hal itu terjadi karena obesitas mengganggu aliran pernapasan di malam hari, yang pada gilirannya menyebabkan sleep apnea. Orang-orang ini mendengkur di malam hari dan bahkan sering terbangun, yang berdampak pada kualitas tidur dan membuat mereka merasa lelah di siang hari.

    Sesak napas
    Sesak napas dikaitkan dengan banyak kondisi kesehatan, salah satunya penambahan berat badan. Orang dengan berat badan berlebih sering menumpuk banyak lemak di sekitar dada, yang menghambat pernapasan normal. Mereka mulai merasa kehabisan napas setelah melakukan pekerjaan rumah tangga sederhana. Bahkan, berjalan dan mengangkat beban berat adalah tantangan. Dalam kasus yang parah, mereka bahkan mungkin kesulitan bernapas dengan benar saat berbaring.

    Haid tak teratur dan sembelit
    Pada wanita, kenaikan berat badan menyebabkan masalah hormonal yang mengganggu siklus menstruasi bulanan. Bahkan, nyeri haid bisa menjadi terlalu berat untuk ditangani. Selain itu, penambahan berat badan juga dapat menyebabkan masalah sembelit, baik pada pria maupun wanita. Kualitas tidur yang buruk membuat perut sulit mencerna makanan dan akibatnya orang tersebut sembelit di pagi hari.

    Baca juga: Tanpa Sadar, Kebiasaan Ini Mengacau Metabolisme Tubuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.