Jangan Khawatir Penyebaran Covid-19 Varian Omicron Asalkan Taat Kuncinya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat kini khawatir dengan munculnya varian baru virus corona. Namanya Covid-19 varian Omicron atau B.1.1.529. Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, ada kunci untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

    "Tidak usah terlalu khawatir karena apapun variannya, selama menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, maka kita seharusnya bisa terhindar," kata Wiku di Jakarta pada Selasa, 30 November 2021. Intinya, menurut dia, terapkan protokol kesehatan, yakni pakai masker, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Wiku mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan, terutama menjelang libur Natal dan tahun baru. Selama libur Natal dan tahun baru, menurut dia, potensi masyarakat untuk bepergian atau mobilitas kian tinggi dan besar peluang melalaikan protokol kesehatan.

    "Batasi mobilitas, disiplin protokol kesehatan, dan pastikan varian baru dari negara lain tidak masuk ke Indonesia," ujarnya. "Memang potensi mobilitas lebih tinggi selama libur Natal dan tahun baru dan mungkin juga masyarakat menjadi tidak terlalu disiplin protokol kesehatan. Itu yang harus dicegah."

    Selama libur Natal dan tahun baru, Wiku melanjutkan, pemerintah daerah juga semestinya menyaring setiap orang yang masuk dan menerapkan karantina wilayah. "Sebab ancamannya kini bukan hanya peningkatan mobilitas, namun juga Covid-19 varian baru. Selama disiplin protokol kesehatan, seharusnya tidak masalah," ujar dia.

    Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan pemerintah di seluruh negara menerapkan hal berikut. Pertama, meningkatkan pengawasan dan pelacakan kasus; kedua, berbagi urutan genom pada database yang tersedia untuk umum, seperti GISAID; ketika, melaporkan kasus atau klaster awal ke WHO.

    #pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

    Baca juga:
    PPKM Level 3 di Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Aturan ke Tempat Umum dan Wisata

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.