Bagaimana Adrenalin Bekerja dalam Tubuh?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Orang-orang berlatih slicklining di atas Teluk Gortanova di Pula, Kroasia, 26 September 2020. Kegiatan meniti tali di ketinggian ini menjadi aktivitas luar ruangan yang diminati para penggemar adrenalin. (Xinhua/Pixsell/Srecko Niketic)

    Orang-orang berlatih slicklining di atas Teluk Gortanova di Pula, Kroasia, 26 September 2020. Kegiatan meniti tali di ketinggian ini menjadi aktivitas luar ruangan yang diminati para penggemar adrenalin. (Xinhua/Pixsell/Srecko Niketic)

    TEMPO.CO, JakartaAdrenalin merupakan sebuah kimia zat yang diproduksi oleh tubuh ketika seseorang takut, marah, maupun gembira, sehingga membuat jantung berdetak lebih cepat dan mensiagakan tubuh untuk situasi bahaya.

    Apa fungsi adrenalin?
    Mengutip Hormone Health Network di situs hormone.org, adrenalin berfungsi memicu respons fight-or-flight tubuh. Reaksi ini menyebabkan saluran udara melebar untuk menyediakan otot dengan oksigen yang dibutuhkan dalam situasi bahaya.

    Adrenalin juga memicu pembuluh darah berkontraksi untuk mengarahkan kembali darah ke kelompok otot utama, termasuk jantung dan paru-paru. Kemampuan tubuh untuk merasakan sakit juga berkurang akibat adrenalin, itulah sebabnya tubuh dapat terus berlari atau melawan bahaya, bahkan ketika terluka.

    Adrenalin menyebabkan peningkatan kekuatan dan kinerja yang nyata, serta kesadaran yang meningkat di saat-saat penuh tekanan. Setelah stres mereda, efek adrenalin bisa bertahan hingga satu jam.

    Seperti dikutip Healthline di alamat healthline.com, saat berada di aliran darah adrenalin dapat:

    1. Mengikat reseptor pada sel hati untuk memecah molekul gula yang lebih besar, yang disebut glikogen menjadi gula yang lebih kecil dan lebih mudah digunakan (glukosa), sehingga memberi otot dorongan energi.
    2. Mengikat reseptor pada sel otot di paru-paru yang membuat tubuh bernapas lebih cepat.
    3. Merangsang sel-sel jantung untuk berdetak lebih cepat.
    4. Memicu pembuluh darah untuk berkontraksi dan mengarahkan darah ke kelompok otot utama.
    5. Mengontraksikan sel-sel otot di bawah permukaan kulit untuk merangsang keringat.
    6. Berikatan dengan reseptor di pankreas untuk menghambat produksi insulin.

    Gejala adrenalin meliputi detak jantung cepat, berkeringat, indra yang meningkat, pernapasan cepat, penurunan kemampuan untuk merasakan nyeri, peningkatan kekuatan dan kinerja, pupil-pupil terdilatasikan, merasa gelisah atau gugup.

    Sementara itu, kegiatan yang dapat memicu adrenalin bisa berupa nonton film horor, terjun payung, loncat tebing, menyelam kandang dengan hiu, lapisan zip, dan arung jeram.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: 6 Destinasi Wisata Jembatan Gantung Menantang Adrenalin di Indonesia

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.