Macam Makanan yang Perlu Dihindari di Usia 50 Tahun

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi sop daging. Youtube.com

    Ilustrasi sop daging. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika memasuki umur 50 tahun, orang pun semakin perhatian pada masalah kesehatan termasuk bijak memilih makanan. Apalagi bila ada keluarga atau kerabat yang memiliki masalah jatung karena gagal jantung disebut penyebab utama orang di atas 65 tahun masuk rumah sakit.

    Menurut Asosiasi Jantung Amerika, di usia 50-60 tahun orang sering menumpuk lebih banyak lemak jahat di badan, khususnya di sekitar bagian tengah tubuh. Penumpukan lemak di organ dalam menimbulkan faktor risiko penyakit jantung pada usia emas.

    Meski menakutkan, belum terlambat bagi yang ingin memperbaiki kesehatan jantung. Caranya sangat mudah, dimulai dari mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. Berikut lima makanan dan minuman yang harus dihindari saat berusia 50 tahun agar terhindar dari penyakit jantung, seperti yang dilansir dari Eat This.

    Daging berlemak dan makanan yang digoreng
    “Jika ingin menjaga kesehatan jantung setelah usia 50 tahun, inilah saatnya untuk memperhatikan asupan lemak jenuh secara serius,” kata Rebecca Schilling, ahli gizi terdaftar untuk USA RX.

    Tidak dapat dipungkiri, mengikuti pola makan tinggi lemak jenuh dan rendah buah, sayuran, serta serat dapat berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung. Schilling menuturkan makanan tinggi lemak jenuh menciptakan serangan sempurna dengan menyumbat arteri, meningkatkan kolesterol jahat, dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Dia merekomendasikan untuk membatasi konsumsi daging saat makan, yaitu hanya 3 ons atau seukuran telapak tangan. Sementara itu, buang lemak dari semua potongan daging dan tingkatkan jumlah buah, sayuran, serta serat setiap hari.

    "Supaya saran ini dapat berhasil diterapkan, Anda perlu memperlakukan daging merah dan makanan yang digoreng sebagai makanan langka sehingga menikmatinya sedikit-sedikit saja," imbuhnya.

    Keripik kentang dan soda
    Mengonsumsi keripik kentang dan soda bisa jadi berita buruk bagi kesehatan jantung. Hal ini karena tingginya kandungan natrium, lemak jenuh, dan tambahan gula di dalamnya.

    “Camilan dalam kemasan dan kue tidak hanya tinggi sodium, tetapi juga mendorong makan berlebihan dan meningkatkan risiko naik berat badan karena sangat gurih,” kata Melissa Mitri, ahli diet terdaftar untuk Wellness Verge.

    Dia menuturkan gula juga berperan kunci dalam kesehatan jantung yang buruk. Soda sangat tinggi gula tambahan yang bisa menimbulkan faktor risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Mitri menyarankan Anda menghindari risiko itu dengan memilih alternatif soda yang lebih sehat, seperti air mineral atau air berkarbonasi.

    Minuman diet
    Beralih dari minuman manis ke soda diet untuk mengurangi kalori dan gula mungkin terdengar seperti langkah yang cerdas. Namun, hal ini menjadi kontraproduktif bila menyangkut kesehatan jantung.

    “Minuman dengan pemanis buatan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik," kata Arika Hoscheit, ahli gizi diet terdaftar di Paloma Health.

    Sebuah studi di Diabetes Care menemukan orang yang minum soda diet setiap hari memiliki risiko 36 persen lebih besar terkena sindrom metabolik dan 67 persen risiko diabetes tipe 2 bila dibandingkan dengan peminum soda nondiet. Hoscheit mengatakan rasa manis buatan dari minuman diet rendah dan tanpa kalori mempersulit tubuh mengukur kepadatan kalori.

    “Meningkatkan nafsu makan dan mengganggu mikrobioma yang dapat mengakibatkan intoleransi glukosa serta meningkatkan keinginan untuk makanan atau minuman manis dan padat energi,” jelasnya.

    Untuk melindungi jantung, minimalkan asupan minuman yang dimaniskan secara artifisial. Menurutnya, mengurangi asupan soda diet dapat membantu menurunkan nafsu makan, meningkatkan manajemen berat badan, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    Donat
    Orang di atas 50 tahun yang peduli dengan kesehatan jantung perlu menghindari donat. “Donat tidak hanya digoreng, yang membuat banyak lemak tidak sehat ke dalam sistem tubuh. Donat juga sarat karbohidrat dan gula halus, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit jantung,” jelas Susan Bowerman, spesialis bersertifikat dalam obesitas dan manajemen berat badan serta direktur senior untuk pendidikan nutrisi di seluruh dunia untuk Herbalife Nutrition.

    Dia menjabarkan karbohidrat olahan dan gula juga menguji kemampuan tubuh untuk memprosesnya sehingga seiring bertambahnya usia, banyak orang menjadi resisten terhadap insulin atau pradiabetes, yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Baca juga: Bisa Turunkan Kekebalan Tubuh, Hindari Makanan Berikut


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.