Gejala Kanker Paru yang Terdeteksi dari Jantung

Reporter

Ilustrasi Kanker paru-paru. Shutterstock

TEMPO.CO, JakartaKanker paru termasuk yang paling mematikan. Orang yang merokok memiliki risiko lebih besar terkena kanker paru, meskipun juga dapat terjadi pada orang yang tidak merokok. Penyakit ini jarang menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga lebih sulit untuk mendeteksinya pada titik ketika masih dapat ditangani. 

Dilansir dari Entertainment Times, pada saat gejala yang lebih mengganggu muncul, seperti pneumonia berulang atau bronkitis, kanker kemungkinan telah menyebar. Ada tanda dan gejala tertentu yang menunjukkan fakta tumor sedang membangun tekanan pada jantung. Menurut para ahli, tanda yang kurang diketahui dari penyakit yang berpotensi mematikan ini adalah jantung berdebar-debar. 

Palpitasi didefinisikan sebagai denyut atau detak jantung yang cepat atau tidak teratur secara tidak normal. Pasien sering menggambarkan palpitasi sebagai debaran cepat di dada, detak yang dilewati, atau sensasi berdebar di dada. 

Palpitasi adalah kejadian umum pada penderita kanker. Ini terjadi di paru-paru yang memberi tekanan pada jantung. Namun, palpitasi tidak selalu menyiratkan menderita kanker paru. 

Stres, olahraga, obat-obatan, dan beberapa faktor sementara lain juga dapat menyebabkan perasaan memiliki jantung yang berdetak cepat atau berdebar-debar. Karena palpitasi adalah tanda peringatan yang langka, dokter menyarankan untuk waspada dan mencari tanda peringatan lain dari penyakit ini juga. Ini bisa termasuk infeksi dada yang berlanjut, batuk darah, atau sakit saat bernapas dan batuk. 

Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan tanpa alasan yang diketahui, kelelahan, dan kesulitan menelan juga merupakan gejala kanker paru. Clubbing finger juga terjadi pada 35 persen orang dengan kanker paru nonsel kecil. Dalam hal ini, ujung jari membengkak secara bertahap. 

Pertama, pangkal kuku menjadi lembut dan kulit di sekitar dasar kuku menjadi berkilau. Selanjutnya, kuku mulai melengkung lebih dari biasanya. Akhirnya, ujung jari membengkak, yang disebabkan oleh pengumpulan cairan di jaringan lunak jari. 

Kanker paru terjadi ketika agen penyebab kanker memicu pertumbuhan sel-sel abnormal di paru-paru. Dalam kebanyakan kasus kanker paru, karsinogen yang mendorong pertumbuhan tumor adalah asap rokok. 

Merokok adalah penyumbang terbesar kanker paru, terhitung 80-90 persen dari semua kasus. Kanker paru umumnya tidak diturunkan. Mutasi spesifik yang tidak diturunkan dapat menyebabkan beberapa orang mengembangkan kanker ini. Paparan radon adalah penyebab utama kedua kanker paru, diikuti oleh paparan bahan kimia beracun. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang terkait dengan penyakit ini. 

Baca juga: Pakar Rekomendasikan Imunoterapi sebagai Pengobatan Kanker






BRIN Aplikasikan Samarium-153 EDTMP untuk Pasien Kanker di RSUP Sardjito

5 jam lalu

BRIN Aplikasikan Samarium-153 EDTMP untuk Pasien Kanker di RSUP Sardjito

Dengan pemberian terapi Samarium-153 EDTMP, pasien kanker akan terbebas dari rasa nyeri, sehingga kualitas hidupnya menjadi lebih baik.


Mengenal Perbedaan Tumor dan Kanker

23 jam lalu

Mengenal Perbedaan Tumor dan Kanker

Premalignant ada di antara tumor jinak dan ganas, kondisinya belum menjadi kanker namun berpotensi tinggi menjadi kanker.


8 Khasiat Buah Merah Asli Papua, Mencegah Kanker, Tumor dan HIV/AIDS

2 hari lalu

8 Khasiat Buah Merah Asli Papua, Mencegah Kanker, Tumor dan HIV/AIDS

Pernahkah mendengar istilah buah merah atau red fruit yang berasal dari tanah Papua? Buah ini memiliki setidaknya 8 khasiat untuk kesehatan.


Pakar Ingatkan Bahaya Sering Makan Daging Ayam Broiler

3 hari lalu

Pakar Ingatkan Bahaya Sering Makan Daging Ayam Broiler

Ayam broiler memiliki kadar lemak yang tinggi jika dibanding daging ayam kampung. Lemak tak jenuh ini bisa memicu mutasi sel yang menyebabkan kanker.


Studi: Tak Mampu Berdiri Satu Kaki 10 Detik Bakal Meninggal Lebih Cepat?

4 hari lalu

Studi: Tak Mampu Berdiri Satu Kaki 10 Detik Bakal Meninggal Lebih Cepat?

Studi berangkat dari fakta bahwa kemampuan keseimbangan tubuh yang obyektif menghilang dengan cepat setelah usia 50-an tahun. Jadi gampang jatuh.


5 Manfaat Minuman Cokelat Panas, Secangkir 3 Kali Lipat dari Teh Hijau Lawan Kanker

4 hari lalu

5 Manfaat Minuman Cokelat Panas, Secangkir 3 Kali Lipat dari Teh Hijau Lawan Kanker

Tahukah Anda ternyata minuman cokelat panas juga punya banyak manfaat kesehatan? Memiliki oksidan tinggi untuk melawan kanker.


Langkah Penting untuk Cegah Infeksi Paru-paru

5 hari lalu

Langkah Penting untuk Cegah Infeksi Paru-paru

Menerapkan kebiasaan sehat untuk menjaga kesehatan paru-paru sangat penting. Berikut tips menghindari infeksi paru-paru bagi anak muda dan lansia.


Soda Kue, Manfaat, dan Efek Sampingnya bagi Tubuh

5 hari lalu

Soda Kue, Manfaat, dan Efek Sampingnya bagi Tubuh

Soda kue tidak disarankan untuk mereka yang sedang diet rendah sodium pada penderita darah tinggi.


Sebelum Mengukur Tekanan Darah Jangan Minum Kopi atau Sarapan, Mengapa?

5 hari lalu

Sebelum Mengukur Tekanan Darah Jangan Minum Kopi atau Sarapan, Mengapa?

Ternyata, terdapat beberapa cara untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam mengukur tekanan darah. Termasuk jangan minum kopi dan sarapan sebelumnya.


Penyebab dan Gejala Infeksi Paru-paru seperti Dialami Tjahjo Kumolo

6 hari lalu

Penyebab dan Gejala Infeksi Paru-paru seperti Dialami Tjahjo Kumolo

Menpan RB Tjahjo Kumolo wafat, diduga akibat infeksi paru-paru. Kenali penyebab dan gejalanya.