Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Tips Mengerem Bertambahnya Berat Badan

image-gnews
Ilustrasi wanita menimbang berat badan. shutterstock.com
Ilustrasi wanita menimbang berat badan. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Hal-hal seperti makanan, rutinitas ketat yang harus dipatuhi bersamaan dengan diet, olahraga, dan persyaratan gaya hidup lainnya mungkin membuat penurunan berat badan cukup menantang. Namun, akan menjadi semakin sulit ketika seseorang menderita penyakit. Contohnya Hipotiroid.

Individu yang makan terlalu banyak atau melewatkan olahraga untuk waktu yang lebih lama sangat berpotensi untuk menambah berat badan.

Apalagi jika seseorang memiliki hipotiroidisme, angka pada timbangan dapat terus meningkat meskipun mematuhi aturan diet secara ketat dan berolahraga secara teratur.

Rencana Cerdas Gabungkan Nutrisi dan Olahraga

Ikuti rencana cerdas yang menggabungkan nutrisi dan olahraga untuk kembali ke berat semula. Dilansir dari The Times of India Health Sabtu akhir pekan lalu, berikut 5 tips diet sehat untuk menghentikan penambahan berat badan:

  1. Makan dengan porsi kecil secara kontinyu

Hindari membiarkan perut kosong dalam jangka waktu lama dan cobalah makan sedikit dan sering. Sebab makan dalam porsi kecil akan membantu makanan dicerna dengan baik karena siklus metabolisme Anda mungkin lambat. 

Makan dalam porsi kecil, membuat lebih sering makanan masuk yang seimbang dalam hal kandungan makronutrien(protein baik), karbohidrat kompleks, dan lemak sehat mendukung regulasi gula darah dan mengurangi pasang surut yang disebabkan oleh makanan besar yang diproses.

  1. Olahraga secara teratur

Meluangkan waktu untuk berolahraga merupakan keharusan. Terlepas dari apakah Anda memiliki kondisi tiroid, olahraga teratur memiliki banyak manfaat. Suasana hati, massa otot, kekuatan, dan kemampuan Anda untuk mempertahankan berat badan yang sehat semuanya dapat ditingkatkan olehnya. 

Olahraga dapat membantu beberapa gejala paling umum dari kondisi tiroid. Sebab orang dengan hipotiroidisme dapat terus menerus menambah berat badan, merasa tertekan, atau memiliki sedikit energi. Mereka yang memiliki masalah tiroid mungkin merasa sulit untuk berolahraga. Sebab Hipotiroid mengganggu kapasitas tubuh untuk mengatur suhu, detak jantung, suasana hati, dan tingkat energi, yang berpotensi membuat olahraga lebih sulit dilakukan. 

Elemen penting lain dari rencana olahraga adalah melatih kekuatan. Hal ini mungkin memerlukan latihan berat badan seperti pull-up, push-up atau mengangkat beban. Latihan kekuatan juga termasuk dalam latihan seperti yoga dan Pilates.

Mulailah perlahan dengan latihan ringan, seperti yang seharusnya...

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Stigma yang Banyak Diterima Ibu Hamil dan Bikin Tidak Nyaman

12 hari lalu

Ilustrasi wanita hamil. Freepik.com/user18526052
Stigma yang Banyak Diterima Ibu Hamil dan Bikin Tidak Nyaman

Banyak ibu hamil yang mendapatkan stigma terkait berat badan atau juga body shaming. sehingga membuat mereka tidak nyaman.


Ciri Anak Obesitas Menurut Dokter

15 hari lalu

Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com
Ciri Anak Obesitas Menurut Dokter

Dokter Anak menegaskan setiap anak berisiko mengalami obesitas tanpa memandang umur sehingga perlu perhatian khusus.


Sejarah dan 4 Manfaat Pilates untuk Tubuh

16 hari lalu

Ilustrasi gerakan pilates menganggat pinggul atau hip lifts. Supplied
Sejarah dan 4 Manfaat Pilates untuk Tubuh

Menghadapi berbagai tantangan kesehatan saat masih muda, termasuk asma, ganggua fisik lainnya, Joseph H. Pilates menemukan cara memperkuat tubuhnya.


Kiat Sehat Memasuki Usia 40 dari Praktisi Kesehatan

17 hari lalu

Ilustrasi pria makan-makanan sehat. shutterstock.com
Kiat Sehat Memasuki Usia 40 dari Praktisi Kesehatan

Saat berusia 40 tahun, metabolisme tubuh mulai melambat sehingga upaya menurunkan berat badan lebih sulit, risiko terserang penyakit pun meningkat.


Diet Jangan Cuma Ikut-ikutan, Berikut Saran Pakar Nutrisi untuk Jaga Berat Badan

21 hari lalu

Ilustrasi wanita diet. Freepik.com/Schantalao
Diet Jangan Cuma Ikut-ikutan, Berikut Saran Pakar Nutrisi untuk Jaga Berat Badan

Pakar mengatakan banyak orang diet karena ikut-ikutan atau hanya sesaat. Padahal, diet seharusnya menjadi gaya hidup untuk mencapai tujuan kesehatan.


Usia Ibu Hamil yang Berisiko, Alasan dan Faktor-Faktor Risiko Kehamilan

21 hari lalu

Ilustrasi ibu hamil berdiri di antara pepohonan. unsplash.com/Ryan Franco
Usia Ibu Hamil yang Berisiko, Alasan dan Faktor-Faktor Risiko Kehamilan

Kehamilan di usia remaja (kurang dari 20 tahun) dan usia lanjut (di atas 35 tahun) tergolong rawan karena berbagai faktor. Ini alasan dan dampaknya.


Pakar Diet Ingatkan Jangan Gampang Percaya Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Faktanya

22 hari lalu

Ilustrasi air lemon. Unsplash.com/Fransesca Hotchin
Pakar Diet Ingatkan Jangan Gampang Percaya Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Faktanya

Berikut pendapat para pakar nutrisi terkait gagasan minum air lemon untuk menurunkan berat badan. Benarkah bisa membantu menurunkan berat badan?


7 Alasan Kita Perlu Rutin Makan Buah Leci

23 hari lalu

Ilustrasi Buah Leci. shutterstock.com
7 Alasan Kita Perlu Rutin Makan Buah Leci

Buah leci sangat baik buat kesehatan karena mengandung berbagai zat nutrisi yang dibutuhkan kesehatan tubuh.


Kenali Kelainan Kelenjar Tiroid sejak Dini, Jenis dan Gejala

24 hari lalu

Ilustrasi tiroid. Shutterstock
Kenali Kelainan Kelenjar Tiroid sejak Dini, Jenis dan Gejala

Pakar menyebut pentingnya pengenalan dini terhadap kelainan pada kelenjar tiroid yang terbagi menjadi dua, apa saja itu?


Antropometri Bisa Deteksi Dini Stunting pada Bayi, Apakah Itu?

31 hari lalu

Petugas kesehatan mengevaluasi kondisi fisik anak menggunakan alat antropometri. Kementerian Kesehatan menargetkan pengiriman 313.737 alat antropometri ke 303.416 posyandu di Indonesia pada 2024. (ANTARA/HO-Kemenkes/rst)
Antropometri Bisa Deteksi Dini Stunting pada Bayi, Apakah Itu?

Antropometri bisa mendeteksi dini stunting pada bayi. Alat apakah itu?