Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lebih Jauh Trauma Healing: Penyembuhan Psikis dan Meraih Lagi Kendali Hidup

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
ilustrasi trauma healing (pixabay.com)
ilustrasi trauma healing (pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Mereka yang telah mengalami kesulitan dan penderitaan sering kali mengalami trauma abadi dari pengalaman tersebut dan akhirnya memerlukan trauma healing. Peristiwa traumatis secara mendasar dapat mengubah tidak hanya cara hidup korban, tetapi juga pandangan psikologis mereka. Hal ini juga berlaku untuk bencana alam seperti gempa bumi dan banjir seperti bencana buatan manusia berupa terorisme dan perang.

Individu dapat menderita trauma dalam berbagai cara dan untuk berbagai alasan. Penderita trauma mungkin pernah melihat rumah atau komunitas mereka dihancurkan atau menjadi korban kekerasan fisik seperti pemerkosaan, penyiksaan, atau kekerasan lainnya.

Baca juga : Usai Gempa Cianjur, Bagaimana Trauma Healing Bencana Alam dari Sisi Psikologi?

Trauma juga dapat disebabkan oleh ancaman serius atau bahaya terhadap orang yang dicintai. Individu seringkali tidak mampu mengatasi peristiwa ekstrem ini, akibatnya menghambat kemampuan mereka untuk melanjutkan hidup dalam masyarakat.

Trauma Healing

Dikutip dari www.beyondintractability.org tujuan dari trauma healing adalah untuk memberikan perasaan kepada korban bahwa mereka memiliki kendali atas hidup mereka kembali. Ada  tiga tahap yang dialami korban trauma sebagai bagian dari proses penyembuhan: keamanan, pengakuan, dan penyambungan kembali. Proses ini telah memandu terciptanya banyak program penyembuhan trauma.

Tidak semua orang yang selamat dari peristiwa traumatis mengembangkan masalah kesehatan mental. Perasaan yang dirasakan setelah mengalami trauma adalah normal, dan setiap manusia akan mengalaminya. Ada beberapa tahap dalam trauma healing:

1. Keamanan dan Stabilitas

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seorang ahli akan memberikan obat dan kebutuhan lainnya agar korban trauma merasa aman. Ahli kesehatan mental akan memabantu korban dalam menavigasi fase pertama dalam pemulihan trauma. Korban trauma akn diajarkan menangani emosi berlebih, mengatur perasaan, dan mengelola kekuatan hingga diri bisa stabil ketika mengingat trauma.

2. Mengingat dan berduka

Setelah mendapatkan rasa aman dan stabil, ahli kesehatan akan mendorong proses penyembuhan trauma. Tahapan ini dengan mengingat kembali apa yang terjadi dan mengintegrasikannya di lingkungan yang aman.

3. Memulihkan hubungan

Tahap akhir dari pemulihan trauma (trauma healing) yakni pemberdayaan. Mungkin ada kehawatiran korban bahwa dirinya tak akan sama seperti sebelumnya. Namun satu yang harus diingat bahwa trauma yang dialami tak perlu mendefinisikan siapa kita sebenarnya.

YOLANDA AGNE

Baca juga : Mengenal Post Traumatic Stress Disorder, Trauma para Korban Bencana Alam

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Masa Jabatan Bupati Bogor Berakhir Bulan Depan, Iwan Setiawan Sebut Bogor Seperti Amerika

11 hari lalu

Bupati Bogor Iwan Setiawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)
Masa Jabatan Bupati Bogor Berakhir Bulan Depan, Iwan Setiawan Sebut Bogor Seperti Amerika

Bupati Bogor itu mengatakan Kabupaten Bogor masih masuk lima besar di antara 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.


Rekomendasi 5 Drama Korea yang Berkisah Hujan

26 hari lalu

Adegan di drama Korea Something in the Rain. Foto: Instagram Fan Page Something in The Rain.
Rekomendasi 5 Drama Korea yang Berkisah Hujan

Menonton drama Korea bertema hujan bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu luang d itengah musim pancaroba pekan-pekan ini.


Apa itu Badai Otis yang Buat Acapulco Meksiko Porak Poranda?

34 hari lalu

Foto kombinasi yang menunjukkan pusat perbelanjaan Walmart dan Sam's Club sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) terdampak Badai Otis di Acapulco, Meksiko. Maxar Technologies/Handout via REUTERS
Apa itu Badai Otis yang Buat Acapulco Meksiko Porak Poranda?

Badai Otis membuat Acapulco, Meksiko poran poranda pekaln lalu. Ini penyebab badai Otis.


Terdampak Konflik Antarkampung di Mataram, Para Siswa akan Dapat Trauma Healing

45 hari lalu

Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis
Terdampak Konflik Antarkampung di Mataram, Para Siswa akan Dapat Trauma Healing

Sebelumnya para siswa sempat belajar di rumah akibat konflik antarkampung di Mataram.


Diresmikan Khofifah, Perbaikan Jembatan Gantung Kaliregoyo Lumajang Telan Anggaran Rp 7 Miliar

47 hari lalu

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpose  di atas kendaraan taktis saat Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Brata Semeru 2023/2024 di Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 17 Oktober 2023. Kegiatan itu dalam rangka Pengamanan Pemilu 2024 di Jawa Timur. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Diresmikan Khofifah, Perbaikan Jembatan Gantung Kaliregoyo Lumajang Telan Anggaran Rp 7 Miliar

Kadis PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja: Hasil Perbaikan Jembatan Tersebut Persis Seperti Sebelum Terdampak Bencana.


Asal-usul Hari Pengurangan Risiko Bencana Alam Internasional Diperingati Tiap 13 Oktober

51 hari lalu

Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)
Asal-usul Hari Pengurangan Risiko Bencana Alam Internasional Diperingati Tiap 13 Oktober

Pada 2023, Hari Pengurangan Risiko Bencana Alam Internasional mengambil tema Fighting Inequality for a Resilient Future


Indonesia Dinilai Belum Layak Jadi Anggota Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

53 hari lalu

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pidato di Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, pada Senin, 27 Februari 2023. Dok: Kementerian Luar Negeri
Indonesia Dinilai Belum Layak Jadi Anggota Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

Indonesia dinilai belum layak untuk keanggotaan Dewan HAM PBB periode 2023 - 2026.


Ada 3.089 Bencana Sepanjang Tahun 2023, BNPB: Akibat Kerusakan Lingkungan

56 hari lalu

Sejumlah warga melihat limbah kayu kiriman banjir yang menumpuk di jembatan Parang Sikureueng, Matang Kuli, Aceh Utara, Aceh, Rabu, 6 September 2023. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bencana banjir akibat luapan sungai Krueng Pase, Krueng Pirak, Krueng Keuruto, dan Krueng Peto menyebabkan 8 kecamatan di kabupaten itu terendam banjir, mengakibatkan sebanyak 3.594 Kepala Keluarga (KK) atau 10.923 jiwa terdampak banjir dan 817 KK 2.798 jiwa di laporkan mengungsi. ANTARA FOTO/Rahmad
Ada 3.089 Bencana Sepanjang Tahun 2023, BNPB: Akibat Kerusakan Lingkungan

BNPB melaporkan banjir dan cuaca ekstrem mendominasi kejadian bencana alam di Indonesia selama kurun 1 Januari hingga 7 Oktober 2023.


78 Tahun TNI, PBHI: Ada Ratusan Kasus Penganiayaan Melibatkan Tentara

57 hari lalu

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (tengah) ikut menarikan tarian secara massal saat peringatan HUT ke-78 TNI di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta, Kamis 5 Oktober 2023. HUT ke-78 TNI mengangkat tema TNI Patriot NKRI: Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Fauzan
78 Tahun TNI, PBHI: Ada Ratusan Kasus Penganiayaan Melibatkan Tentara

PBHI memberikan catatan penting di 78 tahun TNI. Terdapat 338 kasus kekerasan melibatkan TNI.


PBB: Rusia Siksa Sejumlah Warga Ukraina Secara Brutal hingga Tewas

25 September 2023

Jasminka Dzumhur, Erik Mose dan Pablo de Greiff, anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen tentang Ukraina, menghadiri konferensi pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, 23 September 2022. REUTERS/Denis Balibouse
PBB: Rusia Siksa Sejumlah Warga Ukraina Secara Brutal hingga Tewas

Metode penyiksaan yang dilakukan Rusia di sebagian wilayah Ukraina yang didudukinya sangat brutal hingga beberapa korbannya tewas