TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis gizi Samuel Oetoro mengingatkan untuk menerapkan pola makan sehat seusai libur Lebaran yang dipadati berbagai hidangan yang mengandung kolesterol dan lemak. Selain efek kelelahan karena banyak mengikuti kegiatan selama libur Lebaran yang menguras tenaga, anggota Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia itu menilai tubuh juga rentan terhadap efek makanan dan minuman yang dikonsumsi selama masa Lebaran.
“Ada juga efek dari apa yang dimakan selama liburan ini. Yang sebenarnya dikhawatirkan adalah (perilaku) makan sembarangan dalam arti yang bisa berdampak akut atau segera terjadi dan dampak jangka panjang,” kata Samuel.
Baca Juga:
Dampak akut dari efek perilaku makan sembarangan contohnya sakit perut ketika memakan makanan yang kotor atau terkontaminasi bakteri dan naiknya asam lambung jika meminum kopi yang mengandung kafein saat perut sedang kosong ketika dalam perjalanan mudik atau balik. Efek jangka panjang makan sembarangan bisa muncul ketika mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan lemak dalam jangka waktu panjang.
“Makan makanan berkolesterol tinggi dan daging berlemak kalau hanya dua hari saat lebaran saja tidak masalah. Yang dikhawatirkan kalau dia makan sampai satu minggu, itu akan terjadi penumpukan lemak jahat, bisa memicu kolesterol tinggi, kadar lemak dalam darah yang tinggi, hingga kadar gula darah yang naik,” paparnya.
Tiga tips
Untuk tetap menjaga pola makan sehat setelah Lebaran, Samuel menganjurkan beberapa tips mengonsumsi makanan agar kondisi tubuh tetap sehat dan bugar. Pertama, mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh dan jangan berlebihan. Kedua, menjaga ketepatan jadwal makan setidaknya tiga kali dalam sehari, yaitu pagi, siang, dan malam.
Baca Juga:
Ketiga, memperhatikan jenis makanan yang ideal bagi kesehatan tubuh. Dalam makanan yang dikonsumsi setidaknya harus mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat yang dikonsumsi harus karbohidrat kompleks yang tinggi serat seperti nasi merah, sayur, dan buah. Protein yang cukup bisa didapat dari ikan, ayam, putih telur untuk memulihkan otot dan memperbaiki sel tubuh.
Lemak yang dikonsumsi juga harus lemak sehat omega-3, yang bisa didapat dari olahan ikan laut dalam. Selain itu, lemak omega-9 yang bisa didapat dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun.
Samuel menyarankan untuk menghindari daging berlemak yang dimasak terlalu lama dan digoreng dengan minyak karena dapat meningkatkan kadar asam lemak jahat yang mengikat pada pembuluh darah. Dia juga mengimbau untuk melakukan 5S untuk menjaga gaya hidup sehat, yaitu makan yang sehat dengan memperhatikan kandungan gizi dalam makanan, berpikir sehat atau menenangkan pikiran, istirahat sehat yang cukup, aktivitas sehat seperti berolahraga, dan lingkungan sehat dengan mempertahankan kebiasaan sehat yang diterapkan selama puasa, seperti tidak merokok.
Pilihan Editor: Libur Lebaran Usai, Psikolog Ingatkan soal Post Holiday Blues
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.