Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 Cara Memasak yang Membahayakan Kesehatan

Reporter

image-gnews
Ilustrasi alat panggang untuk barbekyu. Unsplash.com/Zac Cain
Ilustrasi alat panggang untuk barbekyu. Unsplash.com/Zac Cain
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ada pendapat menyantap makanan yang dimasak sendiri lebih sehat dibanding makan makanan siap saji. Jangan salah, semua tergantung cara memasaknya. Bisa jadi cara Anda memasak makanan justru membahayakan kesehatan.

Menurut Dr. Mike Hansen dari Amerika Serikat, ada empat metode memasak yang berisiko bagi kesehatan, apakah itu meningkatkan risiko kanker atau menambah berat badan. Berikut penjelasannya, dilansir dari Express.

Memasak dengan panas tinggi
Memanaskan makanan dengan temperatur tinggi bisa berbahaya karena berbagai alasan. Salah satunya glikasi, yang terjadi saat panas glukosa dan fruktosa menyatu dengan protein dan menciptakan glycation end products (AGEs).

"AGEs banyak ditemukan pada makanan olahan, yang sering dipanaskan dengan cepat untuk membunuh bakteri," jelas Hansen.

Flash heating
Biasa digunakan pada makanan olahan untuk membunuh bakteri dan membentuk asam lemak karena lemak bereaksi dengan ion klorida pada garam selama proses pemanasan yang mencapai 240 derajat Celcius.

Pakai alat masak antilengket
Alat masak ini biasanya dilapisi material yang disebut politetrafluoretilen (PTFE) yang merupakan jenis polyfluoroalkyl substance (PFAS). "PFAS adalah kelompok bahan kimia sintetis yang tahan panas, air, dan minyak, yang membuatnya ideal digunakan. Akan tetapi, bila alat masak antilengket ini dipanaskan dengan temperatur sangat tinggi, PFAS bisa masuk ke dalam makanan yang dimasak," papar Hansen seraya menambahkan bisa mengakibatkan karsinogenik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"PFAS terkait dengan beberapa jenis kanker seperti liver dan testis, juga usus besar," tambahnya.

Dipanggang
Makanan yang dipanggang memang sudah diketahui bisa membahayakan kesehatan. Pemicunya adalah polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) yang terbentuk selama proses memasak, terutama ketika lemak dan cairan dari daging berkontak dengan panas tinggi seperti api dan arang panas.

"Penelitian telah menunjukkan mengonsumsi dan menghirup PAHs bisa meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk paru-paru, payudara, kandung kemih, dan usus besar," jelas Hansen.

Pilihan Editor: Ragam Alat Masak yang Dinilai Mubazir dan Hanya Buang Uang

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penyebab Kanker Paru pada Bukan Perokok

1 hari lalu

Ilustrasi kanker paru-paru. Shutterstock
Penyebab Kanker Paru pada Bukan Perokok

Berikut beberapa hal yang pakar ingin masyarakat ketahui mengenai penyebab dan gejala kanker paru dan penyebabnya bukan hanya merokok.


Bahaya Natrium Dehidroasetat Berlebih seperti pada Roti Okko Menurut Ahli

1 hari lalu

Roti Okko. rotiokko.com
Bahaya Natrium Dehidroasetat Berlebih seperti pada Roti Okko Menurut Ahli

Pakar mengatakan penggunaan zat kimia natrium dehidroasetat dosis tinggi seperti pada Roti Okko bisa membahayakan kesehatan.


Inilah 7 Makanan yang Tidak Bisa Basi

1 hari lalu

Ilustrasi madu. Holliejean.com
Inilah 7 Makanan yang Tidak Bisa Basi

Dengan cara penyimpanan yang tepat dan kandungan bahannya, sejumlah makanan ini dapat bertahan selama bertahun-tahun.


Risiko Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Minum Air Permukaan

1 hari lalu

Ilustrasi seorang anak minum air putih. Shutterstock
Risiko Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Minum Air Permukaan

Ahli gizi mengatakan minum air permukaan rentan memicu berbagai penyakit, mulai dari lambung hingga kanker.


Memasuki Kuartal IV, GAPMMI Minta BI Pertahankan Suku Bunga 6,25 Persen

2 hari lalu

Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman, saat ditemui di Artotel Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. TEMPO/Nandito Putra
Memasuki Kuartal IV, GAPMMI Minta BI Pertahankan Suku Bunga 6,25 Persen

GAPMMI meminta BI tetap mempertahankan suku bunga di angka 6,25 persen


4 Penyebab Berat Badan Turun tanpa Rencana dan Diet

2 hari lalu

Ilustrasi diare. lifeworkswellnesscenter.com
4 Penyebab Berat Badan Turun tanpa Rencana dan Diet

Jangan senang dulu bila tiba-tiba badan terasa lebih langsing. Berikut ragam masalah kesehatan yang bisa membuat berat badan turun dengan cepat.


Kolaborasi Hasil Riset dan Produsen Makanan Perlu Ditingkatkan

2 hari lalu

Ilustrasi riset pangan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Kolaborasi Hasil Riset dan Produsen Makanan Perlu Ditingkatkan

Produsen dan peneliti perlu berkolaborasi untuk meracik produk makanan olahan bercita rasa khas Indonesia.


Pelemahan Rupiah Naikan Ongkos Produksi Makanan hingga 3 Persen

2 hari lalu

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. TEMPO/Tony Hartawan
Pelemahan Rupiah Naikan Ongkos Produksi Makanan hingga 3 Persen

Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan ongkos produksi di industri makanan meningkat hingga 3 persen.


Kasus Dugaan Pengawet Kosmetik di Roti Aoka dan Okko, BPOM Diminta segera Bertindak

2 hari lalu

Roti Okko dan Aoka (rotiokko.com/ ptindonesiabakeryfamily.com)
Kasus Dugaan Pengawet Kosmetik di Roti Aoka dan Okko, BPOM Diminta segera Bertindak

GAPMMI dorong Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) usut kasus dugaan penggunaan bahan pengawet di roti Aoka dan Okko.


Metode Bedah Toraks Minim Sayatan, Cocok untuk Kanker Paru

2 hari lalu

Ilustrasi Kanker paru-paru. Shutterstock
Metode Bedah Toraks Minim Sayatan, Cocok untuk Kanker Paru

VATS adalah metode pembedahan minimal invasif atau bedah sayatan kecil di rongga dada (toraks), termasuk untuk kanker paru.