Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

6 Cara Sederhana Redakan Batuk Membandel

Reporter

image-gnews
Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock
Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, JakartaBatuk tak hanya terkait penyakit saluran pernapasan atas seperti pilek atau flu. Ada juga faktor lain yang dapat menyebabkan batuk, seperti aliran lendir berlebihan di belakang tenggorokan, alergi, asma, infeksi paru-paru, dan naiknya asam lambung, menurut Penn Medicine.

"Batuk adalah mekanisme perlindungan untuk menghilangkan iritasi dari saluran udara, terjadi karena pita suara berusaha mengeluarkan bahan iritan, yang menimbulkan suara," kata Inna Husain, direktur medis THT di Community Care Network di Indiana, Amerika Serikat.

Batuk bisa bertahan selama beberapa waktu, bahkan sampai dua mingguan. Karena itu, orang sering berusaha menggunakan pengobatan rumahan untuk meredakan batuk. Berikut beberapa pengobatan rumahan yang bisa dicoba untuk meredakan batuk menurut laman Well and Good.

Jaga udara tetap lembab
Husain mengatakan saluran udara lebih baik dalam keadaan terhidrasi. Kabut dingin dari alat pelembab udara akan mengurangi kondisi kering yang dapat menyebabkan batuk. Menaruh alat pelembab udara di ruang kerja dan kamar tidur dapat membantu mengurangi batuk pada malam hari.

Minum air hangat
Minuman hangat dapat meredakan batuk menurut Jen Caudle, dokter keluarga dan akademisi di Universitas Rowan, New Jersey. Menurut penelitian pada 30 orang yang sedang flu dan pilek, minum air hangat dapat meredakan gejala sakit, termasuk batuk, dengan segera. Minuman bersuhu ruang juga bisa membantu mengurangi batuk. Tetapi minuman hangat mampu mengatasi gejala yang lebih universal dari infeksi saluran pernapasan atas dan membantu orang merasa lebih baik secara keseluruhan.

Minum madu
Ada indikasi meminum madu dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan batuk menurut BMJ Evidence-Based Medicine pada 2022.  Menggabungkannya dengan teh herbal panas bisa menjadi pilihan terbaik pengobatan rumahan untuk batuk. Berdasarkan meta-analisis terhadap 10 penelitian di European Journal of Pediatrics pada 2023, madu lebih baik dalam menurunkan frekuensi batuk dibandingkan plasebo dan membantu meningkatkan kualitas tidur pada malam hari. Namun perlu diingat madu tidak aman untuk bayi di bawah 1 tahun dan mungkin ada anak-anak yang alergi terhadap madu, jadi waspadai efek sampingnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perbanyak cairan
Caudle mengatakan mengonsumsi cairan dapat mengencerkan lendir dan menjaga jaringan tetap lembab sehingga terasa lebih baik saat mengalami iritasi karena sering batuk. Ketika mengalami batuk berdahak, pastikan untuk sering minum. Teh herbal hangat dengan madu sangat baik tetapi air biasa pun baik.

Irigasi hidung
Batuk yang disertai gejala lain seperti hidung tersumbat mungkin terjadi karena lendir. Dalam kondisi yang demikian, menurut Husain, sebaiknya fokus berusaha mengurangi lendir. Mengirigasi hidung menggunakan air garam akan menarik lendir ke depan sehingga tidak menetes ke tenggorokan. Pembilasan hidung bisa dilakukan 1-3 kali dalam sehari. Dalam hal ini, penting menggunakan air suling yang steril atau air yang telah direbus untuk mencegah risiko akibat mikroorganisme penyebab infeksi masuk ke hidung.

Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi membantu mengatasi postnasal drip dan mencegah naiknya asam lambung pada malam hari menurut Husain. Di samping itu, ada beberapa hal yang harus dihindari saat batuk. Sebaiknya hindari minuman berkarbonasi serta makanan pedas atau makanan renyah yang dapat menambah iritasi. Hindari pula penyebab iritasi saluran pernapasan seperti asap dan kipas angin yang dapat menebarkan debu dan udara kering sebaiknya dimatikan. Jika batuk disebabkan alergi atau asma maka hindari pemicunya. Kalau refluks asam penyebabnya maka lebih baik menghindari makanan berlemak dan yang digoreng serta minuman beralkohol atau kopi.

Pilihan Editor: Kenali Beda Batuk pada Anak Pneumonia, Asma, dan TBC

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Memasuki Musim Pancaroba, Berikut Tips Jaga Kesehatan

12 hari lalu

Ilustrasi wanita flu sedang bekerja di kantor. shutterstock.com
Memasuki Musim Pancaroba, Berikut Tips Jaga Kesehatan

Kepala Stasiun Meteorologi, Sugeng, dalam paparannya menyampaikan bahwa bulan Juli 2024 telah memasuki musim pancaroba.


Mengenali Perbedaan Jenis Batuk

13 hari lalu

Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock
Mengenali Perbedaan Jenis Batuk

Batuk merupakan tindakan refleks yang menjaga tenggorokan dan saluran pernapasan


Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk, Simak Saran Praktisi Kesehatan

18 hari lalu

Masjid Istiqlal yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk, Simak Saran Praktisi Kesehatan

Praktisi kesehatan meminta masyarakat Jakarta menerapkan 3M untuk mencegah penyakit akibat kualitas udara Jakarta yang masih buruk.


Dokter Jelaskan Jenis Batuk, Penyebab dan Bedanya

27 hari lalu

Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock
Dokter Jelaskan Jenis Batuk, Penyebab dan Bedanya

Dokter penyakit dalam menyebut batuk memiliki perbedaan yang dapat dilihat berdasarkan sifat akutnya. Berikut penjelasannya.


Tips Penderita PPOK Bersihkan Paru-paru secara Mandiri

34 hari lalu

Ilustrasi wanita batuk. Freepik.com/Jcomp
Tips Penderita PPOK Bersihkan Paru-paru secara Mandiri

Dokter membagi tips pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) untuk membersihkan paru-paru secara mandiri.


Riset Ungkap 10 Penyebab Bersin Paling Umum, dari Dupa sampai Bunga

5 Mei 2024

Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com
Riset Ungkap 10 Penyebab Bersin Paling Umum, dari Dupa sampai Bunga

Berikut 10 penyebab bersin terbanyak hasil riset pada 2.000 orang, bukan hanya karena alergi atau sedang flu.


Yang Dilakukan Tasya Kamila bila Anak Batuk Pilek, Bisa Ditiru

22 April 2024

Tasya Kamila dan Randi Bachtiar bersama dua anaknya merayakan Lebaran 2023 di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Foto: Instagram/@tasyakamila
Yang Dilakukan Tasya Kamila bila Anak Batuk Pilek, Bisa Ditiru

Tasya Kamila punya kiat sendiri untuk mengatasi batuk pilek pada anak-anaknya di rumah yang dapat ditiru oleh orang tua lainnya.


Waspada Flu Singapura Menjangkit Anak-anak, Ini 6 Cara Pencegahannya

8 April 2024

Flu Singapura.
Waspada Flu Singapura Menjangkit Anak-anak, Ini 6 Cara Pencegahannya

Flu singapura rentan menjangkit anak-anak. Flu ini juga dengan mudah menular. Bagaimana cara mengantisipasinya?


Ini Cara Membedakan Flu Singapura dengan Flu Musiman

5 April 2024

Sejumlah perawat dengan menggunakan masker melakukan pemeriksaan terhadap LSY (5 tahun) warga negara Singapura suspect flu babi (H1N1) di ruang isolasi RSUD Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selasa (21/7). ANTARA/Yusnadi Nazar
Ini Cara Membedakan Flu Singapura dengan Flu Musiman

Gejalanya sama-sama ada demam, nyeri tenggorok, mungkin lemas. Tetapi flu singapura tidak disertai batuk.


Ciri-ciri Batuk TBC Menurut Dokter

4 April 2024

Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Ciri-ciri Batuk TBC Menurut Dokter

Dokter menjelaskan batuk berkepanjangan selama dua minggu atau lebih adalah gejala utama TBC, waspadalah.