Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Yang Dibutuhkan Lansia untuk Jaga Kualitas Hidup di Masa Tua

Reporter

image-gnews
Ilustrasi anak-anak membantu lansia. Shutterstock
Ilustrasi anak-anak membantu lansia. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog klinis Kasandra Putranto mengatakan seiring bertambahnya usia, lansia butuh perhatian khusus dan dukungan untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup. Ia mengatakan lansia sering mengalami perubahan fisik dan mental sehingga butuh akses yang mudah ke perawatan kesehatan yang berkualitas.

“Mereka membutuhkan akses yang mudah ke perawatan kesehatan yang berkualitas seperti kunjungan ke dokter secara rutin, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan penyakit yang mungkin mereka alami. Penting bagi lansia untuk memiliki akses yang mudah ke fasilitas dan layanan yang mereka butuhkan. Ini termasuk aksesibilitas fisik di tempat umum, transportasi yang ramah lansia, serta layanan kesehatan dan sosial yang dapat dijangkau,” kata lulusan Universitas Indonesia itu Jumat, 21 Juni 2024.

Selain itu, diet seimbang juga penting untuk kesehatan lansia agar sejahtera di masa tua. Lansia perlu mengonsumsi makanan kaya nutrisi, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein, dan lemak sehat. Penting juga untuk cukup minum air agar tetap terhidrasi dengan baik. Perhatian terhadap kesehatan fisik dan emosional lansia juga harus dijaga. Hal ini bisa didapat dari olahraga dan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot dan mengurangi risiko penyakit kronis. 

Kegiatan yang merangsang otak
Kasandra mengatakan kegiatan yang merangsang otak seperti membaca, menulis, atau bermain teka-teki, serta menjaga hubungan dekat dengan keluarga dan teman-teman dapat membantu menjaga kesehatan mental dan emosional lansia. Lansia juga butuh dukungan terhadap akses keselamatan, baik di rumah maupun di jalan, dengan membantunya tetap aman beraktivitas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Selain itu, mereka juga mungkin membutuhkan bantuan dengan tugas sehari-hari seperti memasak, membersihkan rumah, atau mengurus kebutuhan pribadi,” jelas Kasandra.

Dukungan sosial yang kuat dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, mengurangi kesepian, dan membantu mengatasi tantangan yang mungkin dihadapi.

Pilihan Editor: Tetap Kreatif dan Produktif di Usia Lanjut dengan Langkah Berikut

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


4 Faktor Penyebab Lansia Panjang Umur hingga 100 Tahun Hasil Riset FKUI

1 hari lalu

Ilustrasi warga lanjut usia (Lansia) dan kesehatan jasmani. ANTARA/Aditya Pradana Putra
4 Faktor Penyebab Lansia Panjang Umur hingga 100 Tahun Hasil Riset FKUI

Tim peneliti menemukan empat faktor utama lansia di dua daerah ini bisa panjang umur hingga mencapai usia 100 tahun.


Studi Fakultas Kedokteran UI Temukan Empat Faktor Warga Lansia Berumur Panjang

1 hari lalu

ilustrasi lansia (pixabay.com)
Studi Fakultas Kedokteran UI Temukan Empat Faktor Warga Lansia Berumur Panjang

Studi Fakultas Kedokteran UI di Gili Iyang dan Dusun Miduana menemukan empat faktor yang menyebabkan lansia bisa berumur lebih panjang.


5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

3 hari lalu

Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com
5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

Meski baik menerapkan standar tinggi, tak jarang orang tua bersikap terlalu keras pada anak-anak. Berikut contohnya.


Berbagai Pemicu Nafsu Makan Lansia Turun

5 hari lalu

Ilustrasi wanita tersenyum pada orang tua atau lansia di panti jompo. shutterstock.com
Berbagai Pemicu Nafsu Makan Lansia Turun

Pakar gizi menjelaskan beberapa penyebab lansia kehilangan nafsu makan. Berikut di antaranya.


Jenis Nutrisi yang Perlu Diasup Lansia Menurut Ahli Gizi

5 hari lalu

Ilustrasi lansia makan sayur. Shuttterstock
Jenis Nutrisi yang Perlu Diasup Lansia Menurut Ahli Gizi

Ahli gizi meminta lansia mengonsumsi banyak makanan berprotein tinggi agar kesehatan tetap terjaga.


Anak Masuk Sekolah, Tips Siapkan Mental Buah Hati

7 hari lalu

Ilustrasi orang tua antar anaknya ke sekolah. skim.gs
Anak Masuk Sekolah, Tips Siapkan Mental Buah Hati

Tidak terasa sebentar lagi anak masuk sekolah. Simak tips siapkan mental anak agar semangat jalani sekolah.


Pentingnya Peduli Kesehatan Jiwa Selayaknya Kesehatan Fisik tanpa Takut Stigma

8 hari lalu

Ilustrasi wanita depresi. (Pixabay.com)
Pentingnya Peduli Kesehatan Jiwa Selayaknya Kesehatan Fisik tanpa Takut Stigma

Pakar kesehatan jiwa mengingatkan jika dibandingkan masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan mental terlihat sangat jauh kesenjangannya.


Insiden Mom Shaming yang Diungkap HCC Menimpa Sebagian Besar Ibu-ibu Indonesia

10 hari lalu

Ilustrasi wanita cemas. Freepik.com/Wayhomestudio
Insiden Mom Shaming yang Diungkap HCC Menimpa Sebagian Besar Ibu-ibu Indonesia

Hasil rilis studi HCC menyebut 7 per 10 ibu responden alami mom shaming di Indonesia. Apakah mom shaming itu?


Psikolog Sebut Dampak Sering Terpapar Polusi Udara bagi Kesehatan Mental

12 hari lalu

Masjid Istiqlal yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Psikolog Sebut Dampak Sering Terpapar Polusi Udara bagi Kesehatan Mental

Psikolog mengatakan selain dapat berdampak terhadap kesehatan fisik, paparan polusi udara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.


7 dari 10 Ibu Alami Mom Shaming di Indonesia

12 hari lalu

Peneliti Utama dan Ketua Health Collaborative Center Ray Wagiu Basrowi menjelaskan soal tingginya angka Mom Shaming di Indonesia/Tempo-Mitra Tarigan
7 dari 10 Ibu Alami Mom Shaming di Indonesia

Para ibu mendapatkan paling banyak tindakan mom shaming dari pihak keluarga dan orang terdekat.