Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menyilangkan Lengan Mampu Mengurangi Rasa Sakit  

image-gnews
simplybodylanguage.com
simplybodylanguage.com
Iklan
TEMPO Interaktif, Ternyata ada cara mudah untuk menghilangkan rasa sakit. Saat tangan Anda mengalami luka bakar atau mengalami cedera, cukup silangkan lengan Anda kemudian letakkan di bagian tubuh depan. Itu akan mengurangi rasa nyeri yang didera.

Menurut para ilmuwan, tindakan tersebut mampu mengecoh otak manusia tentang sumber rasa sakit yang Anda alami. Sayangnya penelitian ini baru teruji pada rasa sakit dan nyeri pada tangan, belum diuji untuk bagian tubuh lainnya.

Dilansir dari laman Daily Mail, Jumat, 20 Mei 2011, sebuah tim dari tim University College London (UCL) melakukan penelitian pada 8 orang. Dengan menggunakan laser, mereka menyuntik dalam waktu 4 milidetik tanpa disentuh tapi tetap menimbulkan rasa nyeri. Tes kemudian diulangi dengan tangan disilangkan.

Tercatat bahwa persepsi intensitas rasa sakit dan tanggapan listrik otak, yang diukur menggunakan scan, para pasien melemah kala lengan disilangkan.

Dr. Giandomenico Iannetti, penulis utama penelitian dari Departemen Fisiologi, Farmakologi, dan Neuroscience UCL, berkata, "Mungkin saat tangan kita terluka jangan sekadar 'menggosoknya' tapi juga menyilangkan lengan."

Dalam kehidupan sehari-hari kita terbiasa menggunakan tangan kiri untuk menyentuh segala sesuatu yang berada di sisi kiri tubuh, begitujuga sebaliknya. Misal ketika mengambil segelas air di sisi kanan umumnya kita pun menggunakan tangan kanan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Artinya, kata Dr. Iannetti, area otak yang berisi peta bagian kanan tubuh dan peta ruang eksternal bagian kanan yang biasanya bereaksi bersama menghasilkan sensor stimuli yang diproses secara efektif.

Ketika kita menyilangkan lengan, kedua peta ini tidak lagi bereaksi bersama. Sensor stimuli yang dimunculkan pun menjadi lebih lemah, termasuk juga rasa sakit yang kita alami.

Studi ini dipublikasikan dalam The Jurnal Pain. Menurut para peneliti, penemuan ini bisa diterapkan untuk mengurangi rasa sakit.

NUR INTAN
 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Google Gunakan AI untuk Menampilkan Rangkuman Jawaban Soal Kesehatan, Bisa Dipercaya?

2 hari lalu

Ilustrasi kecerdasan buatan untuk kesehatan. Kredit: Antaranews
Google Gunakan AI untuk Menampilkan Rangkuman Jawaban Soal Kesehatan, Bisa Dipercaya?

Pengguna AI telah melaporkan berbagai jawaban yang tidak akurat dan aneh pada berbagai topik, termasuk kesehatan


5 Manfaat Daun Moringa untuk Kesehatan

2 hari lalu

Daun Kelor. Pexels.com
5 Manfaat Daun Moringa untuk Kesehatan

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan potensial dari daun moringa atau biasa disebut daun kelor.


Kenali 1000 Hari Pertama Kehidupan, Fase Penting dalam Perkembangan Bayi

4 hari lalu

Ilustrasi bayi menguap. Foto: Unsplash.com/Minnie Zhou
Kenali 1000 Hari Pertama Kehidupan, Fase Penting dalam Perkembangan Bayi

Periode 1000 hari pertama kehidupan bayi dikenal sebagai masa yang krusial dalam pembentukan kesehatan dan perkembangan mereka.


Menkes Harap PP Kesehatan Disahkan Bulan Ini, Kebijakan Konsumsi Gula dan Garam Bakal Diatur

9 hari lalu

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/2/2024). ANTARA.
Menkes Harap PP Kesehatan Disahkan Bulan Ini, Kebijakan Konsumsi Gula dan Garam Bakal Diatur

Menkes mengharapkan PP kesehatan dapat disahkan Jokowi pada bulan ini. Tak hanya soal rokok, gula dan garam akan turut diatur di PP tersebut.


BSD Jadi KEK Baru dengan Target Investasi Rp 18,8 Triliun

14 hari lalu

Pekerja berjalan di atap (rooftop) gedung Biomedical Campus BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 25 Maret 2024. Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai (BSD) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN)  yang ditetapkan pemerintah dan akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mengembangkan pendidikan, riset kesehatan, ekonomi digital, pengembangan teknologi, layanan kesehatan dan biomedical. ANTARA/Muhammad Iqbal
BSD Jadi KEK Baru dengan Target Investasi Rp 18,8 Triliun

Pemerintah mengesahkan tiga KEK baru, salah satunya di BSD, target investasi mencapai Rp 18,8 triliun.


Informasi Komprehensif Bantu Pasien Putuskan Layanan Kesehatan Terbaik

14 hari lalu

Ilustrasi surat keterangan sakit / sehat dari dokter. Nieuwsblad.be
Informasi Komprehensif Bantu Pasien Putuskan Layanan Kesehatan Terbaik

Mencari second opinion jadi salah satu upaya yang bisa dilakukan pasien untuk dapat informasi komprehensif soal kesehatan mereka


Masyarakat Perkotaan Semakin Sadar Risiko Penyakit Autoimun

15 hari lalu

Ilustrasi autoimun. Shutterstock
Masyarakat Perkotaan Semakin Sadar Risiko Penyakit Autoimun

Teknologi untuk mendiagnosis penyakit autoimun juga lebih canggih sekarang.


Deretan Manfaat Starlink di Indonesia, Salah Satunya Mempercepat Digitalisasasi Kesehatan

17 hari lalu

Salah satu warga Indonesia asal Bandung mulai menggunakan layanan internet milik Elon Musk, Starlink pada Sabtu, 4 Mei 2024. Foto: Dokumen pribadi/Asep Indrayana
Deretan Manfaat Starlink di Indonesia, Salah Satunya Mempercepat Digitalisasasi Kesehatan

Masuknya Starlink di Indonesia dinilai berpotensi mempercepat transformasi digital kesehatan, khususnya dalam memantau persebaran penyakit. Kenapa?


Istirahat Tak Sekadar Bersantai, Apa Itu Rest Day?

24 hari lalu

Ilustrasi wanita paruh baya bersantai. shutterstock.com
Istirahat Tak Sekadar Bersantai, Apa Itu Rest Day?

Kebugaran dan kesehatan tubuh tak hanya soal olahraga rutin, tapi juga istirahat yang tepat


Dua Kubu Masyarakat Dalam Budaya Olahraga, yang Malas dan Ekstrem

27 hari lalu

Ilustrasi perempuan olahraga di gym. Foto: Freepik.com/Jcomp
Dua Kubu Masyarakat Dalam Budaya Olahraga, yang Malas dan Ekstrem

Banyak pula orang yang baru mulai olahraga setelah divonis mengalami penyakit tertentu.