Facial Lendir Siput Jadi Tren Kecantikan di Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Facial oleh siput di Jepang

    Facial oleh siput di Jepang

    TEMPO.CO, Tokyo - Bayangkanlah binatang kecil berlendir tanpa kaki itu merayap di wajah dan dada Anda. Mungkin membayangkannya saja sudah membuat Anda geli, tapi tidak bagi wanita Jepang.

    Di Negeri Matahari Terbit ini, menggunakan 'jasa' siput untuk perawatan wajah tengah menjadi tren. Siput hidup dianggap sebagai obat mujarab untuk awet muda dengan kulit indah.

    Model perawatannya cukup unik. Siput sehat ditempatkan langsung ke wajah klien  yang berbaring, dan dibiarkan meninggalkan jejak lendir di wajah.

    Sekresi lendir siput inilah yang dianggap 'sakti' bagi kecantikan. Lendir siput diyakini banyak mengandung protein, anti-oksidan, dan asam hyaluronic, yang membantu kulit mempertahankan kelembaban, mengurangi peradangan, dan menghilangkan kulit mati.

    "Lendir siput dapat membantu memulihkan sel-sel kulit yang sakit pada wajah, sehingga siput efektif untuk membantu menyembuhkan kulit yang rusak," kata Yoko Minami, manajer penjualan di Clinical Salon, outlet unggulan dari operator spa Ci: z.Labo.

    Di salon ini tersedia lima siput, disimpan dalam wadah di mana mereka diberi makan sayuran organik, termasuk wortel, sawi Jepang, bayam, dan lobak Swiss. Staf spa mengatakan mereka bekerja sama dengan peternak bekicot organik di Jepang untuk memastikan binatang ini bersih dan sehat sebelum ditempatkan di wajah.

    Tarif facial siput ini terhitung 'lumayan' untuk ukuran kantong kita. Satu kali perawatan selama satu jam, klien harus merogoh yen setara US$ 270. Namun, layanan yang dikenal dengan nama 'Celebrity Escargot Course' ini kian diminati wanita Jepang; mereka rela antre demi menunggu sang siput meluncur di wajah putih mereka. (Baca: Lendir Siput untuk Terapi Anti-Penuaan)

    REUTERS | TRIP B

    Topik Terhangat

    Hambalang Jilid 2
    | Rusuh Nabire | Pemasok Narkoba | Eksekutor Cebongan

    Baca juga
    Baju Boneka Barbie, Jahitan Pertama Perancang Ini 

    Keindahan Gaun Pesta dan Karpet Merah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.