Cara Atasi Perkawinan Anda yang di Ujung Tanduk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Rata-rata usia untuk menikah pemuda Korea Selatan kini 40 tahun. (Ilustrasi)

    Rata-rata usia untuk menikah pemuda Korea Selatan kini 40 tahun. (Ilustrasi)

    TEMPO.CO, Surabaya - Di dunia modern ini persaingan karier dan hubungan antarpersonal dalam pasangan nikah tidak jarang memicu perceraian. "Kalau sudah begitu, mau pilih mana? Bercerai atau tetap kemelut?" kata ahli kejiwaan, Willy F. Maramis, dalam seminar di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Ahad, 27 April 2014. 

    Di hadapan sejumlah pasangan suami-istri dalam seminar mengenai relasi dan komunikasi suami istri, ia mengatakan orang sering terjebak pada satu atau dua pilihan. Padahal jika kritis, mereka bisa menemukan banyak pilihan. "Situasi pasangan suami-istri yang sama-sama berkarier atau penghasilan suami lebih rendah daripada istri tidak jarang memunculkan percikan api yang siap menghanguskan biduk rumah tangga. Itu penyebab perceraian yang sering terjadi," ujarnya.

    Dekan fakultas kedokteran universitas tersebut menawarkan satu resep, yakni menjalin komunikasi berempati atau bicara dengan perasaan. "Komunikasi yang baik membutuhkan keterbukaan. Baik terbuka dalam memberi umpan balik maupun terbuka untuk menerima umpan balik," ujar Willy, yang juga guru besar di universitas tersebut.

    Menurut dia, bila tidak ada usaha secara sadar untuk berkomunikasi empati, maka suami istri cenderung saling menjauh dalam hidup modern yang lebih menomorsatukan prestasi dan kenikmatan ketimbang hubungan dalam perkawinan. "Memberi umpan balik dengan komunikasi yang baik mampu memperkaya diri sendiri dan orang lain. Keterbukaan diri dan empati dapat dilatih," tuturnya.

    "Bicaralah heart to heart (dari hati ke hati), saling curhat seperti waktu masih pacaran," katanya. Bicara dengan perasaan, kata Willy, bisa hilangkan kesan menyudutkan pasangan dan tempatkanlah diri Anda pada situasi pasangan. "Komunikasi dengan perasaan akan menimbulkan relasi yang akrab, hangat, dan intim. Sediakan waktu untuk berkomunikasi dari hati ke hati dengan si dia," urainya.

    Dia menyimpulkan, bercerai atau kemelut bukan pilihan. "Diperlukan usaha dari kedua belah pihak. Hidup yang berarti tidak terjadi secara kebetulan, tidak juga karena situasi, tetapi adalah pilihan," kata Willy.

    ANTARANEWS | ALIA FATHIYAH

    Berita Lain:
    5 Tip Rias Wajah Natural
    Trik Rias Wajah untuk Mancungkan Hidung
    Hari Terakhir Inacraft, Sale Digelar
    3 Cara Membentuk Alis yang Seimbang

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.