Kematian Akibat HIV/AIDS Naik, Terutama Kaum Pria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    TEMPO/ Subekti

    TEMPO/ Subekti

    Studi GBD 2013 menyampaikan pendekatan yang komprehensif dan konsisten untuk memperkirakan dampak dari HIV, TB dan Malaria di Indonesia sejak tahun 1990 hingga 2013.

    Konsorsium menganalisa dan mengukur tiga hal yaitu insiden, prevalensi dan angka kematian selama periode tersebut. Penekanan khusus juga dilakukan dengan menggabungkan data-data baru, mengurai berbagai hal-hal yang meragukan secara lebih teliti, serta menghitung dan mempertimbangkan berbagai distorsi atau bias yang mungkin muncul dari berbagai sumber data.

    “Studi terbaru yang bersifat massal ini, yang kami hadirkan di saat-saat usainya era MDGs, mendokumentasikan kemajuan yang sangat pesat dalam hal penanganan HIV dan Malaria, khususnya, tetapi juga memperlihatkan berbagai hal yang masih perlu kita lakukan,” ungkap Dr. Alan Lopez, Melbourne Laurate Profesor di
    University of Melbourne yang juga bertindak sebagai co-founder dari Studi Global Burden of Disease (GBD) ini. (Baca : Korban MH17 Sudah 30 Tahun Teliti AIDS)

    “Ketiganya merupakan penyebab utama masalah kesehatan dan kematian di negara-negara miskin, dan ketiganya harus mendapat perhatian khusus dari semua dukungan dan upaya penanganan kesehatan secara global. Tanpa hal itu, kita semua akan menghadapi resiko terjadi stagnasi, bahkan lebih buruk lagi, akan terjadi perubahan dari hasil yang telah dicapai saat ini,”kata Alan.

    Indonesia tidak memiliki dokumentasi mengenai HIV/AIDS hingga tahun 2000, dan epidemi ini telah tumbuh dengan cepat selama sepuluh tahun terakhir. Angka kematian karena HIV/AIDS di Indonesia meningkat sebesar 87,5% per tahun selama kurun waktu tersebut – angka pertumbuhan tertinggi di dunia.

    Tahun lalu, sebanyak 14.446 orang Indonesia – hampir 70% adalah pria – meninggal dunia karena HIV/AIDS. Antara tahun 2000 dan 2013, kasus-kasus baru meningkat setiap tahunnya sebesar 28,1%; tahun lalu saja, sejumlah 45.159 tercatat adanya kasus baru.

    Namun demikian, angka kasus baru yang muncul dan angka kematian karena HIVAIDS di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan angka rata-rata global.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    10 Buah Paling Dicari Selama Musim Panas
    Ancaman Empat Penyakit Menular di Dunia
    Umat Islam Baru Zakat Sebesar 1 Persen
    Dompet Dhuafa - Komunitas Menara Rilis 1000 PAUD
    Lomba Lari untuk Gerakan Peduli Malnutrisi Anak


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.