Indonesian Coffee Festival Angkat Petani Kopi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyortir biji kopi pilihan di pabrik kopi di kawasan Banceuy, Bandung, Minggu (15/11). Harga kopi dunia selama November cenderung turun, namun harga kopi luwak Indonesia tetap eksklusif dengan harga di kisaran USD 100 per kg. TEMPO/Prima Mul

    Pekerja menyortir biji kopi pilihan di pabrik kopi di kawasan Banceuy, Bandung, Minggu (15/11). Harga kopi dunia selama November cenderung turun, namun harga kopi luwak Indonesia tetap eksklusif dengan harga di kisaran USD 100 per kg. TEMPO/Prima Mul

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesian Coffee Festival (ICF) kembali digelar pada 17-19 Oktober 2014 di Bali. ICF 2014 merupakan kegiatan tahunan, bertujuan mempromosikan kopi Indonesia ke dunia, agar ke depan Indonesia menjadi pusat kopi dunia. Juga diharapkan bisa mengangkat kehidupan petani kopi.

    Yanthi Tambunan, Founder & Chairperson of ICF Steering Committee, mengatakan untuk mendapatkan kopi yang berkualitas dibutuhkan proses yang benar dari menanam hingga menjadi biji kopi.

    Proses awal ini tentunya berada pada petani kopi, melalui pemahaman yang benar tentang menanam dan memproses kopi akan menghasilkan kopi berkualitas.

    “Hasil kopi yang berkualitas tentunya akan berimbas pada nilai jual kopi itu sendiri. ICF tidak hanya mempromosikan kopi, tapi juga memberikan pemahaman kepada petani kopi, serta membuka pasar bagi mereka agar produksi dan kualitas bisa meningkat. Pada akhirnya, harkat dan martabat petani kopi Indonesia bisa terangkat,” ujar Yanthi di Jakarta, Senin, 29 September 2014. (Baca: Indonesia Kejar Target Jadi Pusat Kopi Dunia)

    Yanthi menuturkan perjalanan ICF sendiri dimulai dengan The Road To The Coffee Festival Indonesia di Bandung pada 23 Desember 2011, lalu diikuti oleh Indonesian Coffee Festival pertama di Ubud, Bali, pada 2012 dan tahun lalu di Yogyakarta.

    “ICF telah berhasil mengumpulkan semua elemen, dari petani kopi, pengusaha, pemerintah, UKM, hingga masyarakat penikmat kopi. Ini menunjukkan ICF menjadi sarana berkumpul strategis semua elemen untuk bersama-sama menjadikan Indonesia pusat kopi dunia,” kata Yanthi.

    ICF 2014 diharapkan dapat dikunjungi lebih dari seratus pembeli (buyers) internasional, antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Spanyol, Kanada, Belgia, Inggris, dan Belanda.

    Jumlah peserta pameran ditargetkan mencapai 50 partisipan, baik dari dalam maupun luar negeri, serta 7.500 pengunjung domestik dan mancanegara. Peserta ICF terdiri atas plantations, roasters, brewers, coffee machines, café brands, coffee utensils, coffee bar, coffee spa, dan coffee merchandising.

    “Selain pameran, kegiatan utama ICF 2014 adalah business matchmaking, lelang kopi, roasting workshop, brewing workshop, café, coffee bar, coffee spa, kunjungan di kebun kopi Kintamani, dan seni pertunjukan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?