Bangga Bisa Selfie bak Lady Gaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amy Atmanto. Istimewa

    Amy Atmanto. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan bergaun biru melangkah masuk ke Optik Seis, Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dua hari lalu. Dari balik kerudungnya, yang juga biru, dia menatap ke satu sudut gerai itu, tempat pajangan koleksi Linda Farrow. (Baca: Tampil Ekspresif, Susi Dijuluki Menteri Seribu Gaya)

    Setelah beberapa saat mencoba, dia memilih kacamata seri Gold-Plated Sunglasses yang bertangkai keemasan dengan bingkai bermotif macan tutul. “Sepertinya pas untuk umrah,” kata Risca, yang hanya mau ditulis nama depannya. Dia mengatakan matanya membutuhkan perlindungan saat berada di bawah sengatan matahari Arab Saudi pada awal bulan depan. Kacamata seharga Rp 6 juta—didiskon dari Rp 7,4 juta—itu pun berpindah ke tas milik perempuan 38 tahun tersebut.

    Linda Farrow merupakan brand kacamata asal London yang meluncur pada 1970. Merek itu terkenal karena kerap bekerja sama dengan desainer dunia, termasuk Dries van Noten dan almarhum Oscar de la Renta. Di Jakarta Fashion Week, awal bulan ini, Linda Farrow juga tampil dalam pembukaan.

    Di Indonesia, Linda Farrow baru masuk. “Belum sampai tiga bulan,” kata Marriana, petugas Optik Seis Plaza Senayan, selepas melayani Risca. Selain di sana, Linda Farrow tersedia di Optik Seis Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Dia mengatakan koleksi anyar tersebut baru ada sekitar sepuluh model, seperti tortoise shell atawa model tempurung penyu, half-frame, dan oversized ala Jackie Onassis. “Tapi peminatnya tinggi.” (Baca: Victoria Beckham Kaget Lihat Gaya Wanita Jakarta)

    Menurut Marriana, Linda Farrow menjadi pilihan bagi pencinta kacamata premium. Di kelas itu, ada koleksi Nina Ricci, Louis Vuitton, Fendi, Christian Dior, Coco Chanel, Cartier, dan Valentino yang dijual dengan harga Rp 7 juta ke atas.

    Model Aline Adita termasuk penggemar Linda Farrow. “Cocok untuk pemilik tulang pipi tinggi,” kata presenter 34 tahun tersebut. “Akhirnya, Linda Farrow masuk juga di Indonesia.”

    Perancang kebaya dan kaftan, Amy Atmanto, menilai Linda Farrow sebagai kacamata pelengkap fashion. “Saat tampil dengan busana terbaik di luar ruangan, kacamata ini bisa membuat kita lebih gaya,” katanya. Dia mengatakan pamor merek itu terdongkrak setelah sering menghiasi wajah pesohor dunia, termasuk Madonna, Lady Gaga, dan Kate Moss. (Baca: Menteri Puan Maharani Bukan Kolektor Tas Mahal)

    Namun pengamat mode Sony Muchlison memandang sinis kehadiran Linda Farrow. “Tidak ada yang baru dari modelnya,” katanya. Bentuk produk Linda Farrow, dia menambahkan, tidak memiliki ciri khas jika dijembreng bareng LV, Dior, Chanel, atau Cartier. Dia mencontohkan kacamata ala Jackie O., model mata kucing yang dipopulerkan Audrey Hepburn, dan kacamata bulat seperti milik John Lennon. Namun dia mengacungkan jempol kepada Linda Farrow karena menerapkan motif tutul di bingkai kacamata dan membuatnya lebih fashionable.

    Kalaupun Linda Farrow mendapat sambutan di pasar Indonesia, Sony melanjutkan, itu semata tren sesaat. Menurut dia, konsumen Indonesia membeli produk fashion, termasuk kacamata hitam, lantaran latah setelah melihat barang tersebut digunakan selebritas dunia. ”Tanpa mempertimbangkan kecocokan dengan wajah,” katanya.

    Sony mengatakan konsumen jangan cepat percaya kepada orang yang mengklaim mengenakan Linda Farrow, sebab barang tiruannya telah beredar. “Banyak orang yang beli Linda Farrow bajakan, selfie, lalu dipamerkan ke media sosial,” ujar Sony. “Berasa jadi Lady Gaga.” (Baca: Indonesia Pernah Punya Sosok Presiden Fashionable)

    HADRIANI  P.
    Terpopuler
    Chris Lie, Komikus Indonesia Prestasi Dunia
    Komikus Dunia Akan Muncul di HelloFest 
    Komikus Dunia Akan Muncul di HelloFest
    Buka Pesan Telepon Setara Angkat Bocah 8 Tahun 
    Perlindungan Kulit dari Radikal Bebas



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.