Pilkada DKI, Mengapa Agus-Sylvi Lemah?Begini Jawab Pakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno (kanan) bersalaman dengan Pasangan calon Ahok dan Djarot sebelum Debat Calon Gubernur DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, 10 Februari 2017. Pilkada Serentak di DKI akan berlangsung pada Rabu, 15 Februari mendatang. TEMPO/Maria Fransisca

    Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno (kanan) bersalaman dengan Pasangan calon Ahok dan Djarot sebelum Debat Calon Gubernur DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, 10 Februari 2017. Pilkada Serentak di DKI akan berlangsung pada Rabu, 15 Februari mendatang. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta -Pilkada DKI Jakarta berlangsung hari ini, Rabu, 15 Februari 2017. Pesta demokrasi bagi rakyat atau warga Jakarta ini disambut dengan antusias dengan penuh semangat berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara. Cuaca dan hawa yang sejuk pada hari ini mendukung pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta  berlangsung aman, tentram dan lancar.(Baca: Beda Pendapat di Pilkada Tak Perlu Marah! Ini Kata Psikolog)

    Pakar Brand dan Ethnographer, Amalia E. Maulana, Ph.D, mengatakan branding diawali dengan pembentukan persepsi, tetapi juga sekaligus harus dibuktikan saat betul-betul terjadi interaksi atau pertemuan, benarkah performance sama dengan expectation? Saat pembuktian itu disebut dengan Moment of Truth (MOT).

    Pendiri ETNOMARK Consulting ini mengatakan dari ketiga paslon, Ahok-Jarot yang paling diuntungkan karena sebagai petahana, mereka punya masa 'pertemuan' dan interaksi yang jauh lebih panjang dan lebih sering pada saat menjabat menjadi gubernur.

    Dia menilai pada aksi blusukan di saat kampanye merupakan extension dari interaksi sebelumnya, jadi bersifat menguatkan saja, bukan membentuk persepsi dari nol.

    Kemudian Amalia juga mengatakan tentang sosok Anies yang boleh dikatakan juga mempunyai citra yang sudah terbentuk dari multiple eksposurenya yang terdahulu saat menjadi timses Jokowi dan menjadi Menteri Pendidikan. (Baca:Psikolog: Pilkada Itu Memilih Pelayan!  )

    "Brand Anies Baswedan dicatat sebagai seseorang yang muda, bersemangat, terpelajar, santun, sayang keluarga, mempunyai visi yang jelas dan actionable. Keberadaannya di arena blusukan juga sebagai perpanjangan dari berbagai MOT yang sebelumnya sudah ia ciptakan. Bukan persepsi dari nol," katanya panjang lebar.

    Konsultan brand beberapa perusahaan dan instansi pemerintah di Indonesia ini mengatakan,  "Dilihat dari level interaksi, maka Agus-Sylvi yang paling lemah. Karena sosok paslon ini muncul dalam bursa pemilihan calon gubernur secara tiba-tiba."  

    Amalia menuturkan untuk masyarakat pemilih membutuhkan waktu untuk mencerna dan menghayati siapa Agus-Sylvi. "Walaupun Sylvi sudah berada di dalam 'interaksi' dengan masyarakat sebelumnya, kelompok yang mengenalnya dengan baik masih terbata-bata dalam registrasi penghayatan tentang siapa sebenarnya paslon tersebut," ujar dia.

    HADRIANI P.

    Baca juga
    Waspada, Hipnotis Mengintai Anda di Tempat Terbuka!

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.