Jumat, 16 November 2018

Musik Favorit Tingkatkan Stamina Penderita Jantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • miller-mccune.com

    miller-mccune.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Musik terbukti mampu memberikan manfaat, baik manfaat fisik maupun manfaat psikis. Mendengarkan musik tidak hanya baik bagi orang dewasa, tapi bagi bayi dan janin juga. Oleh sebab itu, industri musik seolah tidak pernah mati. Selalu bermunculan musik-musik baru. Meski demikian, setiap orang pasti punya musik favoritnya. Bahkan, sebuah penelitian pernah mengungkap, meski bermunculan musik-musik baru, nyatanya kita lebih sering mendengarkan musik yang itu-itu saja, musik favorit kita.

    Musik favorit tidak hanya membuat kita merasa nyaman mendengarkan, tapi juga bisa meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan jantung. Dikutip dari laman The Telegraph, Minggu, 1 September 2013, studi ini akhirnya membuat ahli jantung menyarankan pasiennya untuk mendengarkan lagu favorit mereka untuk meningkatkan kesehatan jantungnya.

    “Ketika mendengarkan musik yang kita sukai maka otak akan melepaskan endofrin yang akan meningkatkan kesehatan pembuluh darah kita, termasuk pembuluh darah di jantung,” ujar Prof. Delijanin Ilic, peneliti utama studi ini dari Institut Kardiologi, Universitas Nis, Serbia. “Musik yang kita sukai akan membuat kita merasa senang,” tambahnya lagi.

    Lewat penelitian yang dipublikasikan dalam kongres European Society of Cardiology's di Amsterdam ini, Ilic melakukan percobaan terhadap 74 pasien jantung. Ia membagi pasien dalam tiga kelompok.

    Kelompok pertama adalah pasien yang rutin melakukan latihan kardio tanpa mendengarkan musik favorit. Kelompok kedua adalah pasien yang melakukan latihan kardio sambil mendengarkan musik favorit. Sementara kelompok ketiga adalah pasien yang tidak melakukan latihan kardio tapi rutin mendengarkan musik favorit mereka.

    Hasilnya, stamina pasien yang latihan dan mendengarkan musik akan meningkat hingga 39 persen. Sementara itu, stamina pasien yang melakukan latihan tanpa mendengarkan musik akan meningkat hingga 29 persen. Dan yang paling mengejutkan, stamina pasien yang tidak melakukan latihan tapi rutin mendengarkan musik bisa meningkat hingga 19 persen. Ini menunjukkan, musik benar-benar memberikan manfaat yang signifikan.

    Namun demikian, menurut Ilic, tidak semua jenis musik bisa memberikan manfaat seperti ini. Musik-musik keras atau yang justru terlalu mengganggu emosi malah akan memberikan manfaat yang tidak baik. Ilic menyarankan, pasien hendaknya memilih musik opera, musik klasik, atau musik lainnya yang juga meningkatkan emosi positif.

    Meskipun penelitian ini hanya dilakukan pada pasien yang menderita penyakit jantung, Ilic yakin, temuannya ini juga bisa diterapkan secara luas untuk kasus penyakit lainnya.

    THE TELEGRAPH | ANINGTIAS JATMIKA

    Berita Terpopuler:
    Briptu Rani: Keramahan Saya Disalahartikan

    PPP Walkout, Pengamat: Tidak Ada Pengaruhnya
    Kasus Trafficking, Gadis-Gadis Ini Dijerat Utang
    Tiga Wartawan Diduga Peras Kepala Sekolah
    Bagaimana Kain Etnik Beradaptasi dengan Zaman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?