Seragam TNI Beri Makna Mewah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rihanna mengenakan t-shirt besar dan sepatu boots bergaya army looks ketika mengunjungi kebun binatang di Johannesburg, Afrika Selatan. Instagram/badgalriri

    Rihanna mengenakan t-shirt besar dan sepatu boots bergaya army looks ketika mengunjungi kebun binatang di Johannesburg, Afrika Selatan. Instagram/badgalriri

    TEMPO.CO, Jakarta -Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat identik dengan seragamnya. Seragam tentunya memiliki fungsi-fungsi tersendiri bagi para prajurit ini. Tak jarang gaya seragam tentara yang identik dengan motif loreng pun digunakan untuk gaya masyarakat biasa. “Seragam militer merepresentasikan tangguh dan kemewahan,” kata Pengamat Mode Sonny Muchlison saat dihubungi Rabu 4 Oktober 2017. Baca: Invasi Army Look

    Sifat tangguh mungkin sudah terlihat dari gaya para prajurit TNI. Seragam itu identik dengan menghadapi perang yang menjadi salah satu tugas TNI. Mereka dinilai berani dan tangguh beraksi di medan perang dengan membawa senjatanya. Selain itu, dengan seragamnya pun TNI dituntut untuk berkamuflase dan bersembunyi di balik semak untuk mengelabui musuh.

    Makna kemewahan, kata Sonny, dilihat dari pangkat yang dimiliki TNI. Zaman dulu, TNI dianggap memiliki derajat di atas rakyat jelata. Orang-orang yang berhasil masuk TNI dianggap keren karena dinilai sebagai orang-orang yang terpilih. Anggota TNI yang menggunakan pangkat dianggap sebagai orang-orang khusus yang berhasil menjadi orang-orang eksklusif. “Pangkat dalam seragam TNI menambah positioning mereka. Lihat saja Presiden Soekarno yang bangga dengan safarinya,” kata Sonny. Baca: Hijab dan Turban Jadi Seragam Resmi Militer AS

    Menurut Sonny motif loreng ala seragam TNI sangat hits pada tahun 90an. Namun inspirasi seragam ala TNI tidak akan pernah habis. Ia yakin motif loreng atau safari ala seragam TNI masih akan diminati masyarakat luas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.