Cek 5 Tips Memilih Desainer Interior, Jasanya Bikin Lebih Hemat

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain interior hitam dan putih. home-designing.com

    Desain interior hitam dan putih. home-designing.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebenarnya sah-sah saja bila Anda menata interior rumah sendiri dengan tujuan menghemat anggaran. Namun, tak jarang hasilnya kurang memuaskan. Sehingga, tak ada salahnya jika mencoba menggunakan jasa desainer interior untuk mempercantik isi rumah Anda.

    Untuk urusan menata rumah mereka adalah ahlinya. Sebab penataannya pun berdasarkan ilmu bukan sekadar cuma intuisi. Setidaknya ketika mendesain rumah, desainer interior mempertimbangkan sejumlah aspek demi menghadirkan kenyamanan hingga kebahagiaan para penghuni rumah.

    Misalnya, desainer interior bakal mencari solusi mengenai penempatan ruang di dalam rumah untuk memudahkan akses penghuni. Contoh lainnya, mereka juga dapat menentukan material-material mana saja yang cocok untuk sebuah hunian.

    Selain itu menggunakan jasa desainer interior diyakini malah menghemat bujet. Umpamanya, penghuni menata jendela sendiri untuk rumahnya. Begitu selesai, desain jendelanya tidak sesuai. Alhasil, harus dibuah lagi. Ketika diubah akan keluar bujet. Sebaliknya bila menggunakan jasa desainer interior, mereka akan terlebih dahulu memberikan masukan-masukan ke penghuni supaya lebih hemat anggaran dalam mendesain. Baca juga: Trik Konten Kreatif , Youtuber Atta Halilintar: Jangan Monoton

    Sebetulnya penghuni juga bisa menata interiornya secara sendiri dengan alasan irit bujet. Tetapi dengan sarat harus belajar terlebih dahulu ilmu penataan interior seperti penataan ruang, pencahayaan hingga karakter material.

    Lalu, hal apa yang harus diperhatikan saat hendak menggunakan jasa desainer interior?. Berikut tips dari Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia DKI Jakarta Chairul Amal Septono.

    1. KEBIASAAN
    Sebelum memutuskan menyewa jasa desainer interior, sebaiknya penghuni mengenali lebih awal kebiasaan di rumah dan metode beraktivitasnya seperti apa. Misalnya, keluarga di rumah memiliki kebiasaan makan secara lesehan. Dari situ si desainer interior akan mencarikan solusi desainnya tanpa harus menghilangkan kebiasaan itu. Ceritakan hal tersebut kepada desainer interior untuk memudahkan mereka dalam menata rumah sesuai karakter penghuni.

    2. GAYA
    Selain kebiasaan, hal lain yang perlu diidentifikasi adalah selera gaya interior. Begitu sudah diketahui, carilah desain interior yang mampu mewujudkan keinginan gaya interior tersebut. Dengan mengetahui gaya interior yang diinginkan, desainer interior selanjutnya akan menyesuaikan dengan hunian dan kebiasaan keluarga. Desainer interior yang bagus adalah mereka yang dapat menghadirkan keinginan klien tanpa meninggalkan kaidah-kaidah desain interior. Baca:Mengintip Instagram Paspampres Indonesia, yang Ganteng Banyak

    3. PORTOFOLIO
    Saat mencari jasa desainer interior, penghuni juga dapat melihat portofolio mereka. Karya desain interior apa saja yang sudah dirancang. Kemudian siapa saja kliennya. Melalui hal tersebut, penghuni dapat mengukur jam terbang dan karya-karya mereka. Bila semakin banyak jam terbangnya, tentu karya-karya yang dihasilkan pun makin apik.

    4. SENIOR & JUNIOR
    Bila dihadapkan pada pilihan antara memilih jasa desainer interior senior atau junior. Kedua-keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Desainer senior, umumnya telah memiliki banyak pengalaman sehingga lebih bijaksana dalam bekerjasama. Mereka bakal lebih teliti dalam menentukan desain atau material yang hendak digunakan. Sedangkan desainer junior, mereka lebih berani dalam mengeksplorasi desain.

    5. INFORMASI
    Sekarang ada beragam media yang dapat digunakan untuk mencari jasa desainer interior seperti internet, media sosial, hingga koran. Atau, penghuni juga dapat mencari informasi desain interior dari kolega yang pernah menggunakan jasa tersebut. Selain itu, penghuni dapat pula meminta rekomendasi dari asosiasi atau himpunan desainer interior atau arsitek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.