Anak juga Bisa Katarak, Waspada Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu memeluk anak yang menangis. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu memeluk anak yang menangis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Seiring bertambahnya usia seseorang, maka semakin berisiko mengalami katarak. Menurut para ahli, penyakit ini seperti uban.

    "Katarak seperti uban Anda. Semua orang pasti terkena, cepat atau lambat. Penyebab utama salah satunya usia," ujar spesialis mata dari JEC @Cinere, Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM di Depok, Kamis.

    Baca juga:
    4 Manfaat Nasih Putih, Cegah Kanker dan Menjaga Mood
    Bros Rasis Jadi Cobaan Pertama Meghan Markle, Begini Kisahnya
    Satu yang Harus Diperhatikan saat Generasi Milenial Memilih Rumah

    Katarak terjadi bila lensa mata berubah menjadi keruh. Sejumlah gejala yang bisa menjadi pertanda katarak yakni penglihatan menurun, lebih merasa silau terhadap cahaya dan ukuran kacamata yang kerap berubah.

    "Selain usia, penyakit diabetes, obat-obatan steroid juga bisa menjadi penyebabnya," kata Zeiras.

    Walau banyak diderita orang berusia lanjut, tak berarti anak-anak terbebas dari gangguan mata ini. Infeksi selama kehamilan bisa menjadi penyebabnya.

    "Pada anak biasanya penyebabnya infeksi virus Rubella. Pada anak-anak perkembangan saraf membutuhkan stimulasi. Kalau ada katarak, saraf tidak akan berkembang," kata Zeiras.

    Sejumlah upaya seperti pemeriksaan mata berkala, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dan berolahraga rutin menjadi anjuran ahli kesehatan demi bisa membantu memperlambat munculnya katarak.

    Namun, bila sudah terlanjur muncul, Zeiras menyarankan penderita menjalani operasi untuk membantu memulihkan penglihatannya.

    "Operasi peluangnya 98-99 persen, dengan teknologi sekarang. Kalau derajat kataraknya berat dokter menyarankan pasien menjalani operasi," kata Zeiras.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.