Rabu, 23 Mei 2018

2 Tantangan Ibu Zaman Now: Teknologi dan Narkoba

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita lupa. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita lupa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan para ibu zaman sekarang harus menyiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mendidik dan mengasuh anak-anak.

    "Ibu-ibu zaman sekarang harus belajar dan menyiapkan diri bagaimana mengasuh anak-anak yang merupakan generasi melek teknologi yang serba digital," kata Mensos Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 22 Desember 2017.

    Ia mengatakan sebagai generasi muda yang akrab terhadap teknologi, maka akan tumbuh individualistis, lebih mapan karena mewarisi kemewahan material dari kedua orang tua, dan lebih banyak berinteraksi lewat perangkat teknologi yang apabila dibiarkan berlarut-larut dapat mengarah pada sifat antisosial.

    Baca: Bikin Film Dokumenter yang Hit di YouTube? Simak 6 Tahapannya

    Untuk itu, dia melanjutkan, sikap yang dapat diambil adalah mendidik dan mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi dengan benar.

    Pada saat yang sama orang tua mengajarkan anak-anak akan nilai-nilai agama, moral, dan etika agar kelak mereka bijak dalam menggunakan teknologi.

    "Ajak mereka bersosialisasi, bangun komunikasi dua arah dengan tatap muka sehingga mereka tidak terpaku pada layar gawai. Sempatkan untuk turun bersama anak dalam kegiatan sosial untuk mengasah kepekaan," kata Khofifah.

    Khofifah juga mengatakan pada saat yang sama mereka dihadapkan pada pengaruh narkoba dan pornografi.

    Baca: Menjadi Ibu, Pekerjaan Paling Penting di Dunia? Ini Alasannya

    "Kedua hal tersebut selanjutnya memicu terjadinya berbagai persoalan sosial lainnya. Salah satunya kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh anak," katanya

    Mengutip hasil penelitian yang dilakukan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS), Mensos mengungkapkan faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual kepada anak adalah pornografi (43 persen), pengaruh teman (33 persen), pengaruh narkoba atau obat (11 persen), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10 persen), dan pengaruh keluarga (10 persen). 

    "Ancaman narkoba juga semakin nyata terhadap anak-anak kita. Narkoba dikemas dalam bentuk permen untuk memikat anak mengkonsumsi. Awalnya diberikan gratis, lama-lama saat mereka tumbuh dewasa akan menjadi pecandu," kata Mensos. 

    Baca: Bros Rasis Jadi Cobaan Pertama Meghan Markle, Begini Kisahnya


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mahathir Mohamad Menjabat Kembali Perdana Menteri Malaysia

    Setelah mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad kembali ke politik demi menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya.