Senin, 24 September 2018

Ibunda Lucinta Luna Wafat, Ini 5 Tahap Duka yang Harus Dilewati

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucinta Luna pingsan di atas pusara ibunya (Tabloidbintang.com)

    Lucinta Luna pingsan di atas pusara ibunya (Tabloidbintang.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibunda Lucinta Luna, Djoneha,  meninggal pada Jumat, 13 April 2018. Di samping makam ibunya di TPU Grogol Kemanggisan, Jakarta Barat,  Luna tampak duduk sambil menangis. Ia terus menatap papan nisan warna putih yang bertuliskan nama ibunya.

    Saat hendak berdoa, Lucinta Luna tiba-tiba jatuh pingsan. Luna kemudian ditolong oleh manajer dan rekan media dengan bantuan minyak angin. Setelah sadar diri, Luna kemudian mulai mendoakan ibunya sambil terus terisak.

    Kehilangan orang yang kita cintai merupakan salah satu hal terberat yang harus dihadapi. Menurut ilmu medis, terdapat 5 langkah berduka yang akan dilalui setiap orang setelah orang tercintanya meninggal dunia.

    Tahap itu adalah penyangkalan, marah, mengandaikan, depresi, dan penerimaan. Selama melewati kelima tahapan itu, seseorang awalnya akan kesulitan menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya sudah tiada. Kemudian, ia akan bergulat dengan perasaan amarah akan kehilangannya. Baca juga: Mark Zuckerberg Dicecar Kasus Facebook, Ini Arti Bahasa Tubuhnya

    Selanjutnya, ia mulai berandai-andai tentang hal yang bisa saja ia lakukan untuk mencegah kematian tersebut. Lalu, masuklah ia ke tahap depresi di mana ia akan mulai mengerti dan menerima kehilangan tersebut. Tahap depresi ditandai dengan menangis, gangguan tidur, dan nafsu makan menurun. Ia juga akan merasa menyesal dan kesepian. Setelah melewati tahap-tahap tersebut, ia akhirnya akan bisa menerima kehilangan itu secara seutuhnya.

    Dalam melewati kelima tahapan di atas, ada baiknya jika seseorang tersebut mendapat pendampingan dari keluarga maupun teman-teman terdekatnya. Bantu mereka untuk bisa melewati tahapan tersebut dengan baik.

    Baca juga:
    Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Nasi, Fakta atau Mitos?
    Zayn Malik Buat Lagu untuk Gigi Hadid? Intip 4 Alasan Rujuk

    Menurut studi yang disebutkan oleh psikolog Michelle Roya Rod, orang yang tidak bisa menangani emosi negatifnya dengan cara yang baik akan lebih rentan mengalami permasalahan pada profil psikisnya.

    Michelle mengatakan, ada baiknya jika seseorang bisa melewati itu semua dengan keinginan untuk bangkit dari keterpurukan, menggantikan perasaan negatif dengan positif, dan belajar mengendalikan emosi. Selain itu, ia juga bisa melakukan hal-hal sederhana seperti mengekspresikan diri, tidur teratur, makan sehat, menghindari alkohol, dan meminta bantuan ahli bila dibutuhkan.


    HUFFINGTON POST | NHS UK | TABLOID BINTANG | WEB MD | MAGNULIA SEMIAVANDA HANINDITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep