Rabu, 17 Oktober 2018

Mau Jadi Koreografer? Intip Tips dari Koreografer Asian Games

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koreografer Pembukaan Asian Games 2018, Eko Supriyanto. Tempo/ Mitra Tarigan

    Koreografer Pembukaan Asian Games 2018, Eko Supriyanto. Tempo/ Mitra Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta - Profesi koreografer masih menjadi hal yang unik di Indonesia. Koreografer pembukaan Asian Games 2018, Eko Supriyanto menganggap profesi ini sebagai hal yang sangat tidak main-main. Eko yang pernah bekerja sama Queen of Pop, Madonna harus memutar otak mengatur 4 ribu penari dalam pembukaan Asian Games 2018.

    Baca: Pentas Tari Eko Supriyanto

    Ia pun sangat serius dalam mengambil pendidikannya. Eko mengambil dua pendidikan doktoral yaitu doktor dalam Pengkajian Seni Pertunjukan di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan satu lagi doktor dalam Penciptaan Seni dari Institut Seni Indonesia di Surakarta.

    Eko memberikan saran tentang menjadi koreografer. "Yang pasti menjadi penari atau koreografer tidak bisa hanya pintar menari saja," katanya kepada Tempo pada Rabu 8 Agustus 2018.

    Penari asal Solo, Eko Supriyanto menyuguhkan karyanya berjudul Sensing di acara Srawung Seni Candi di kaki gunung Lawu, Karanganyar, (31/12) untuk menyambut perayaan pergantian malam tahun baru. Tempo/AHMAD RAFIQ

    Eko mengatakan untuk menjadi koreografer, seperti dirinya, seseorang perlu mengetahui akar budaya dan tradisi Indonesia. Hal itu sangat membantunya saat membuat gerakan dan tarian dalam pembukaan Asian Games 2018. Setiap tarian yang akan dibawakan nanti, kata Eko, memiliki makna dan filosofi tersendiri. "Mau dia latar belakangnya Balet, Hip-Hop, Penari Tradisional, tapi pengetahuan tentang akar budaya harus dimiliki," katanya.

    Ia pun menyarankan agar para penari juga mengetahui sejarah dan tokoh tari Indonesia. "Jadi seseorang perlu tahu aspek tradisi dan substansi tarian itu. Wawasan penari itu harus luas," kata Eko.

    Baca: Eko Supriyanto Akan Tur Dunia Cry Jailolo

    Eko juga menekankan untuk menjadi koreografer harus pintar mengolah rasa. Seseorang tidak hanya penting untuk bisa sensitif terhadap tubuhnya, namun juga perlu sensitif terhadap perasaan dan wawasan. Eko mengatakan ia pernah membuat tarian tentang kehidupan para sipir penjara. Tarian itu didapatnya karena sensitif atas masalah sosial.

    Selain otak dan otot, disiplin juga hal yang sangat diutamakan Eko. Ia mengaku galak terhadap para penari-penarinya demi mengedepankan disiplin. "Disiplin itu sangat penting dalam menari," kata pria yang sudah menjadi koreografer sejak lama ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.