Rabu, 17 Oktober 2018

Perpaduan Tradisi Matador Spanyol dan Batik Lokal dalam Torrero

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koleksi batik Indonesia bertema

    Koleksi batik Indonesia bertema "Torero" Spanyol yang ditampilkan dalam Plaza Indonesia Men's Fashion Week di Jakarta, Senin 24 September 2018. Antara News/Aji Cakti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelaran Plaza Indonesia Men's Fashion Week menghadirkan koleksi batik Indonesia yang berpadu dengan tradisi matador Spanyol. "Kita mau menampilkan sesuatu yang berbeda dengan batik, kalau batik itu tidak kuno atau hanya batik klasik Indonesia tetap ada sentuhan lokal. Namun kita menggunakan beberapa motif yang art nouveau yang Eropa banget," kata Direktur Pemasaran dan Penjualan Meity Sutandi di Jakarta, Senin 24 September 2018.

    Baca: Bumble Bee dan Tim Transformer Hadir pada Batik Ini

    Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa tujuan menghadirkan batik Indonesia yang berpadu dengan tradisi negeri matador tersebut adalah supaya anak muda tahu jika batik bisa keren dalam bentuk apapun, tidak harus terlalu bergaya Indonesia karena sebetulnya bisa sangat internasional.

    "Justru saya mau menunjukkan kepada kaum millenial yang ingin kami rengkuh sebagai target pemasaran kami untuk menyadari bahwa batik itu selain wearable, bisa juga keren dan mewah," katanya.


    Koleksi batik Indonesia bertema "Torero" Spanyol yang ditampilkan dalam Plaza Indonesia Men's Fashion Week di Jakarta, Senin 24 September 2018. Antara News/Aji Cakti

    Alasan pihaknya memilih tema "Torrero" atau dikenal juga sebagai olahraga adu banteng dengan matador dalam koleksi batiknya kali ini adalah tradisi matador di Spanyol merupakan budaya. Pihaknya ingin menunjukkan, Indonesia juga memiliki batik sebagai budaya, tapi maunya seperti tradisi matador yang selalu dinanti-nanti setiap tahunnya.

    "Saya mau kaum muda Indonesia ini bisa mengerti bahwa batik dapat dinanti-nanti dan juga keren," ujar Meity.


    Koleksi batik Indonesia bertema "Torero" Spanyol yang ditampilkan dalam Plaza Indonesia Men's Fashion Week di Jakarta, Senin 24 September 2018. Antara News/Aji Cakti


    Dalam gelaran Men's Fashion Week tahun ini, Parang Kencana menampilkan koleksi sekitar 30 hingga 32 busana dalam sequence dimana setiap sequence-nya terbagi berdasarkan warna seperti putih-mocca, hitam-sogan, navy-mocca dan hitam-merah.

    Baca: Kombinasi Batik dan Busana Kasual ala Ferry Salim

    Selain itu merek batik Parang Kencana juga berkolaborasi dengan brand sepatu Pedro, untuk koleksi Lace-ups dan loafers yang sesuai dengan tema koleksi kali ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.