Kamis, 15 November 2018

Hewan Bisa Kena Penyakit Kurap, Flu dan Tuberkulosis dari Manusia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua kucing peliharaan keluarga Foster duduk di atas tangga. 13 kucing harus dibawa ke dokter hewan karena sakit parah akibat bertengkar dengan sesama kucing. Dailymail.co.uk

    Dua kucing peliharaan keluarga Foster duduk di atas tangga. 13 kucing harus dibawa ke dokter hewan karena sakit parah akibat bertengkar dengan sesama kucing. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang mengenal zoonosis, penyakit manusia yang didapat dari hewan. Tahukah Anda ada juga reverse zoonosis, penyakit hewan yang didapatkan dari manusia?

    Baca: Kegemukan seperti Pretty Asmara Rentan Kena Penyakit, Apa Saja?

    Pada Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Senin 5 November 2018 seperti dilansir Telegraph.co.uk, reverse zoonosis sudah menyebar pada 56 negara lebih dari 10 tahun. Beberapa jenis penyakit ini 38 persen disebabkan oleh bakteri, 29 persen oleh virus, 21 persen oleh karena parasit, 13 persen oleh jamur, dan beberapa pemicu lain. Berikut 8 penyakit dari manusia ke hewan.

    1. Kurap atau dermatophytosis
    Penyakit ini bisa menginfeksi manusia maupun hewan dan disebabkan oleh jamur, parasit, atau kutu.
    Di tubuh manusia kurap berbentuk lingkaran berdiameter 1-2 cm dan membuat gatal-gatal. Bagi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing pun memiliki gejala yang sama. Kurap ditularkan dengan kontak langsung, atau benda yang sudah terinfeksi seperti sikat, pakaian, dan handuk.Penyakit ini umumnya membutuhkan perawatan yang baik baik untuk manusia maupun hewan. Jika anda memiliki luka kulit maka hindarilah kontak langsung dengan hewan Anda. Anda perlu mengecek kesehatan hewan peliharaan Anda langsung ke dokter.

    2. Influenza
    Kasus penyebaran flu dari manusia ke hewan yang terbesar terjadi di Oregon pada 2009. Pemilik hewan menjadi sakit flu dan harus dirawat di rumah sakit. Saat dia sedang dirawat di rumah sakit kucingnya mati karena pneumonia yang terinfeksi oleh virus H1N1. Sejak saat itu baik kucing maupun anjing bisa mendapatkan virus H1N1 dari manusia. Ada pun gejala penyakit ini adalah gangguan bernafas, hingga kematian. Oleh sebab itu jika Anda sedang terserang flu maka Anda perlu menjauhkan diri dari kontak dengan hewan peliharaan Anda.

    3. Gondok atau paramyxovirus
    Gondok yang menyebabkan demam serta sakit kepala pada manusia biasanya diikuti dengan sakit leher. Saat ini telah ada vaksinasi MMR yang bisa mengatasi gejala ini. Pasalnya ada lebih dari 200 kasus pada kuartal I/2017 di Inggris. Selain rentan menyerang anak kecil, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa, juga hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Maka jika Anda atau anggota keluarga menderita gondok sebaiknya menjauhi hewan peliharaan Anda.

    Baca: Penyakit Jantung Ancam Usia Muda, Cek Tips Mencegahnya dari Ahli

    4. Salmonella
    Salmonella adalah penyakit yang mirip dengan keracunan makanan. Penyakit ini menyerang organ pencernaan. Ada beberapa gejalanya adalah; mual, diare, demam, sakit kepala, dan keram perut. Kucing dan anjing lebih resisten terhadap Salmonella dibandingkan manusia. Meski begitu, resiko penularan tidak bisa diabaikan. Jika ada orang terserang Salmonella maka pastikan rumah anda bersih dan Anda juga menjaga kebersihan sebelum menghadapi hewan Anda.

    5. Giardia atau giardiasis
    Penyakit ini adalah infeksi parasit usus halus yang menyebabkan diare dan sering menyerang kucing maupun anjing. Pemicu giardiasis adalah lewat minuman dari sumber seperti sumur, danau, atau sungai. Cara mencegahnya Anda harus memastikan diri Anda dan piaraan Anda higienis.

    6. MRSA atau Methicilin-resistant Staphylococcus aureus
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri staph yang resisten terhadap antibiotik. MRSA umumnya menyebabkan infeksi kulit. MRSA bisa menyerang manusia juga hewan peliharaan seperti anjing. Jika orang dalam rumah Anda terinfeksi MRSA sebaiknya Anda harus menjauhkan anjing peliharaan Anda dari bakteri tersebut.

    7. Tuberculosis
    Penyakit pernapasan ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis complex. TB umumnya menyerang mamalia berdarah panas. Tanda-tanda penyakit adalah; batuk, dan penurunan berat badan. Anjing dan kucing bisa terinfeksi TB secara langsung dari minuman, atau dari kontak langsung dengan manusia.
    Infeksi TB dari pemilik hewan biasanya lebih sulit disembuhkan. Maka, jika peliharaan Anda sudah dicek menderita TB dipastikan ada orang dalam rumah Anda menderita TB meski belum ada gejala atau diagnosa positif TB.

    8. Perokok Pasif
    Gangguan pernafasan, kerusakan sel, penurunan berat badan, hingga kanker akibat menjadi perokok pasif tidak hanya dialami manusia, tetapi juga bisa ditularkan dari manusia ke hewan. Jika hewan peliharaan Anda adalah 'perokok pasif'dimana ada orang dalam rumah Anda perokok aktif, maka Anda perlu melindungi hewan peliharaan Anda dan berhenti merokok.

    Baca: Waspada Berat Badan Tak Normal, Harapan Hidup Berkurang 4 Tahun

    Demikian 8 penyakit yang bisa Anda tularkan kepada hewan kesayangan Anda. Pastikan Anda selalu melihat gejala di atas dan menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu caranya dengan membersihkan tangan sebelum dan sesudah bermain dengan hewan peliharaan Anda. Pastikan hewan Anda mengkonsunsi minuman bersih dan higienis bukan dari toilet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.