Kamis, 15 November 2018

Anda Yakin Kopi Kurangi Risiko Penyakit Otak? Ini Penelitiannya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kopi (pixabay.com)

    ilustrasi kopi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kopi dapat melindungi otak Anda. Para peneliti Kanada yang berasal dari Krembil Brain Institute di Toronto menguji Starbucks VIA Instan light roast, dark roast, dan dark roast tanpa kafein untuk senyawa yang dikenal sebagai fenilindan. Itu karena mereka berpikir senyawa, yang merupakan hasil dari proses pemanggangan adalah kunci untuk kesehatan otak—tidak harus berdasarkan jumlah kafein, sebagaimana dilansir USA Today Kamis 8 November 2018.

    Baca: Kata Ridwan Kamil Soal Ngopi Bareng Anies-Ganjar Disukai Netizen

    Menurut penelitian yang dipublikasikan di Frontiers di Neuroscience pada bulan lalu, Fenilindan mencegah dua fragmen protein yang umum pada Alzheimer dan Parkinson. “Ini pertama kali ada orang yang menyelidiki bagaimana fenilindan berinteraksi dengan protein yang bertanggung jawab terhadap Alzheimer dan Parkinson,” kata peneliti yang terlibat dalam penelitian Ross Mancini, dalam penyataannya.

    Kopi dark roast menghasilkan fenilindan dengan jumlah tertinggi, tampaknya membuatnya menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan otak.

    Kendati demikian, Mancini mengatakan seberapa menguntungkan senyawa tersebut masih belum diketahui.

    Baca: Sandiaga: Urusan Sederhana Sampai Politik Dibicarakan di Warkop

    Sebelum Anda mengubah kebiasaan minum Anda, penelitian kopi harus direspons agak skeptis. Sebagai Howard Bauchner, pemimpin redaksi jurnal medis JAMA (The Journal of the American Medical Association) dan The JAMA Network, mengatakan kepada USA Today di musim panas, sebagian besar penelitian tentang kopi itu adalah penelitian asosiasi, yang artinya mereka tidak menunjukkan bahwa kopi adalah alasan sebenarnya untuk temuan tersebut.

    “Ini menarik tetapi apakah kami menyarankan bahwa kopi adalah obat? Tentu saja, tidak,” ujar direktur bersama Krembil Brain Institute peneliti Donald Weaver, dalam sebuah pernyataan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.