Sering Pakai Topi Bikin Botak, Fakta atau Mitos?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mick Jagger berpose dengan topi dan wajah menghadap samping pada 1971. Dalam album Sticky Fingers merupakan penampilan perdana gitaris Mick Taylor bersama Rolling Stones, namun sayang foto-foto tersebut hilang dan terpaksa menggunakan gambar ilustrasi. (dailymail)

    Mick Jagger berpose dengan topi dan wajah menghadap samping pada 1971. Dalam album Sticky Fingers merupakan penampilan perdana gitaris Mick Taylor bersama Rolling Stones, namun sayang foto-foto tersebut hilang dan terpaksa menggunakan gambar ilustrasi. (dailymail)

    TEMPO.CO, Jakarta - Topi merupakan salah satu aksesori yang sering dipakai pria. Selain untuk menutupi kondisi rambut, topi dipakai sebagai pelengkap yang membuat penampilan semakin menarik. Namun, terlalu sering memakai topi disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kebotakan. Benarkah demikian?

    Baca juga: Irwan Mussry dan Ahmad Dhani Botak, Tanda Pria Maskulin

    Sejumlah pakar dermatologi menerangkan pemakaian topi yang terlalu lama memengaruhi hormon testosteron. Jika kadar testosteron menurun, akibatnya rambut bakal mengalami kerontokan parah hingga tampak botak. Sebab, hormon testosteron berperan penting mengatur seksualitas pria termasuk merangsang pertumbuhan rambut.

    Para ahli mengatakan, semakin lama pria memakai topi, maka semakin cepat pula rambut mengalami kerontokan. Meski demikian, kebotakan juga disebabkan oleh sejumlah faktor lain, bukan hanya kebiasaan memakai topi saja. Seorang ahli dermatologi dari Harbor-UCLA Medical Center, Amerika Serikat, Amran Samrao, seperti dikutip dari Live Science, Kamis,  15 November 2018, mengatakan, salah satu penyebab utama kebotakan adalah adanya hormon dihidrotestosteron alias DHT yang bersifat genetik.

    Meski demikian, kebiasaan memakai topi memang dapat menyebabkan kebotakan. Apalagi jika orang tersebut memakai topi ketat dalam waktu lama. Rambut dan kulit kepala yang tertutup topi bakal kekurangan oksigen sehingga mudah rapuh. Selain itu, topi yang terlalu ketat menghalangi suhu panas keluar dan mengakibatkan aliran darah ke rambut terhambat. Selanjutnya, batang rambut melemah dan akhirnya rontok.

    Tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh memakai topi saat pergi keluar rumah. Topi diperlukan untuk melindungi kepala dari sengatan matahari. Namun, perhatikan jenis topi yang dipakai. Pastikan topi tersebut nyaman dipakai dan longgar agar tidak menyiksa rambut. Jika sudah tidak diperlukan lagi, segera lepas topi tersebut agar tidak membuat rambut rapuh.

    Baca juga: Kepala Botak, Jangan Cemas! Tilik Justin Bieber, Tambah Gemas?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.